oleh

Jenazah Pekerja Migran Asal Indramayu Dimakamkan di Malaysia

CIREBON — Jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu bernama Ruri Alfath Mujaida dikebumikan di Negeri Jiran.

Keluarga Ruri memasrahkan diri dengan keputusan untuk memakamkan jenazah wanita berusia 25 tahun itu di negara yang bukan kampung halamannya.

“Keluarga sudah musyawarah dan sepakat, jenazah Ruri dimakamkan di Malaysia saja,” ungkap kakak almarhum, Nasrullah, Kamis (22/10/2020).

Nasrulah mengatakan faktor utama yang mendasari keputusan itu berupa penghindaran jenazah Ruri yang dibiarkan terlalu lama di rumah sakit di Malaysia. Pihak keluarga enggan membayangkan jenazah almarhum terombang-ambing di negeri asing, tanpa tahu waktu pemakamannya.

Baca Juga  Uu Ruzhanul Hadiri Panen Raya Padi di Kabupaten Cirebon

Pandemi Covid-19 turut menjadi faktor krusial lain yang membuat keluarga mengikhlaskan Ruri dikebumikan di Malaysia. Pihak dokter diketahui telah mengambil sampel dari jenazah Ruri, selain pula mengautopsinya, untuk uji Covid-19.

Meski sejauh ini Nasrullah mengaku hasil uji Covid-19 atas Ruri belum keluar, keputusan memakamkan adik bungsunya di Malaysia tak lepas dari situasi akibat pandemi yang belum usai. Terlebih, belakangan unjuk rasa muncul di beberapa daerah di Indonesia, sehingga cukup menggelisahkan pihak keluarga.

Baca Juga  AHY Sebut Sikap Presiden Prancis Macron Tak Bisa Dibenarkan

“Keluarga sudah sepakat, tidak ada pihak lain yang memaksakan,” tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya belum dapat memutuskan waktu pemakaman.

Nasrulah hanya meminta pendokumentasian proses pemakaman Ruri kepada pihak rumah sakit yang mengurus jenazahnya. Mereka menginginkan untuk melihat wajah Ruri terakhir kali sebelum dikuburkan.

Ruri Meninggal Akibat TBC
Ruri merupakan ibu dari 2 orang anak yang meninggal dunia akibat TBC. Dia mengembuskan nafas terakhir dalam perjalanan pulang dari Johor, Malaysia, ke Indramayu melalui Batam, pada Senin (20/10/2020) pagi waktu setempat.

Baca Juga  Ridwan Kamil-Erick Thohir Tinjau Sentra Vaksinasi Kementerian BUMN

Koordinator Tim Reaksi Cepat Tanggap Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Indramayu, Adi Wijaya menerangkan, kesehatan Ruri terus menurun akibat TBC sebelum kemudian meninggal dunia. Belakangan diketahui, selama sakit, Ruri sudah tak lagi bekerja.

“Dia meninggal dalam perjalanan,” ujar Adi.

Komentar

News Feed