BANDUNG — Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan minat pemilih untuk mengikuti pemilihan bupati Bandung. Faktanya, justru angka partisipasi naik 9%.
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung mengklaim pandemi Covid-19 membuat angka partisipasi Pilbup meningkat.
“Adanya pandemi justru membuat angka partisipasi dalam Pilbup meningkat, sekitar 9 % dari Pilbup 2015,” tutur Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya, Selasa (22/12/2020).
Pada Pilbup 2015, angka partisipasi masyarakat hanya 62,9%, jumlah tersebut meningkat pada Pilkada tahun ini yang mencapai 72,18%.
Walaupun angka partisipasi meningkat, namun jumlah tersebut jauh dari target yang ditetapkan KPU Kabupaten Bandung sebesar 77%.
“Kedepan harus ditingkatkan lagi,” ucapnya.
Selain tidak mencapai target, terdapat juga satu TPS dengan angka partisipasi rendah, yakni hanya 11%.
Agus mengatakan jika TPS tersebut pemilihnya merupakan penghuni sebuah rusun.
“Informasinya penghuni rusun. Di mana dan kenapanya, kami tidak tahu,” tutupnya.
Pasangan Bedas Menang
Berdasarkan hasil rekapitulasi, pasangan calon bupati bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan mendapat raihan suara terbanyak.
Pasangan yang diusung PKB, NasDem, Demokrat dan PKS tersebut memperoleh 928.902 suara.
Peraih suara terbanyak kedua adalah pasangan calon bupati nomor urut 1, Kurnia Agustina-Usman Sayogi.
Pasangan yang diusung Partai Golkar dan Gerindra tersebut mendapat 511.413 suara.
Sementara pasangan nomor urut 2, Yena Iskandar Masoem-Atep memperoleh 217.780 suara.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, terdapat 1.657.795 suara sah dan 53.847 suara tidak sah.
Total masyarakat yang menggunakan hak pilihnya adalah 1.711.642 pemilih.
Proses rekapitulasi sendiri berlangsung sehari penuh. Dan baru berakhir pada pukul 21.00 WIB.











Komentar