oleh

Legislator PAN: Sebagai Karya Monumental, Pancasila tak Bertentangan dengan Agama

-Tak Berkategori

KAB. GARUT, – Anggota MPR RI, Muhammad Hoerudin Amin menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sari Papandayan Resort Cisurupan, Kab. Garut, Rabu, 22 Maret 2023.

Sosialisasi yang dilaksanakan bekerjasama Yayasan Ichwatul Hasanah dihadiri tokoh masyarakat serta tokoh pemuda Kabupaten Garut.

Menurut Hoerudin yang juga anggota Komisi IV DPR RI mengatakan Pancasila adalah karya monumental untuk menentukan dasar yang dapat diterima oleh perbedaan agama, suku, ras dan antargolongan.

Baca Juga  Kubu Moeldoko Sebut Aset Demokrat Didaftarkan Atas Nama Pribadi, Sugianto Nangolah: Kami Merasa Terhina

“Pancasila bukan agama, tidak bertentangan dengan agama dan tidak digunakan untuk menggantikan kedudukan agama. Banyak ungkapan Pancasila lainnya yang berasal dari para tokoh nasional,” ujarnya.

Bahkan, ia juga mengutip ungkapan K.H.R. As’ad Syamsul Arifin yang mengatakan Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Indonesia, harus ditaati, harus diamalkan, harus tetap dipertahankan, dan harus dijaga kelestariannya.

Begitu pula seperti ungkapan KH Achmad Shiddiq yang menyatakan Pancasila dan Islam adalah hal yang dapat sejalan dan saling menunjang. Keduanya tidak bertentangan dan jangan dipertentangkan.

Baca Juga  Rendiana Awangga Kembali Nahkodai DPD NasDem Kota Bandung

“Dan saya kira, sangat sepakat dengan apa yang disampaikan KH Hasyim Asy’ari bahwa Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tidak bersebrangan. Nasionalisme adalah bagian dari dari agama dan kedudukannya saling menguatkan,” terang legislator Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) asal Dapil Jabar XI ini.

Dituturkan Hoerudin, bagi kalangan Muslim, agama dan nasionalisme tidak bertentangan. Bahkan sebaliknya, Islam mengajarkan rasa cinta kepada tanah air serta ketundukan kepada pemerintah selama ia tidak melenceng dari syariat Islam.

Baca Juga  Haerudin: Budaya Antara Nilai Ketuhanan & Kemanusiaan Jadi Satu Kesatuan

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sesuai dengan semua ajaran agama yang diakui di Indonesia, diantaranya adalah nilai saling menghormati dan menghargai antar pemeluk agama, toleransi antar umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan masih banyak lagi nilai-nilai positif lainnya,” pungkasnya.

Maka itu, sambungnya, nasionalisme dan agama satu sama lain mengajarkan kecintaan terhadap negerinya. (Lj)