CIANJUR–Belum normalnya kunjungan objek wisata di Kabupaten Cianjur saat ini alasannya bergeser, semula karena pandemi Covid 19, sekarang karena kondiai ekonomi masyarakat yang tidak berdaya.
Hal itu diungkapkan Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur Nano Indrapraja, SE, menanggapi belum normalnya jumlah kunjunhan di sejumlah objek wisata.
“Saya menilai bukan hanya semata-mata terkendala pandemi Covid 19, tetapi karena masyarakat kesulitan biaya untuk berlibur ke objek wisata,” ujar Nano Indrapraja, Minggu (23/8/2020).
Sementara itu perihal jumlah kunjungan ke sejumlah objek wisata di musim libur panjang Muharram, menurut Nano bisa dikatakan ada kenaikan jumlah wisatawan yang masuk Cianjur.
“Seperti yang terpantau di sejumlah objek wisata di Kawasan Cipanas dan wilayah lain di Cianjur, memang sudah terus menggeliat,” ujarnya.
Pengunjung objek wisata di beberapa kawasan seperti di Taman Bunga Nusantara (TBN), Sevillage, Kebun Raya Cibodas, dan sejumlah tempat rekreasi lainnya itu belum bisa dikatakan sudah normal 100 persen.
“Khusus di weekend ini mungkin baru sekitar 60 prsen pengunjung. Itupun ke objek tempat daerah wisata (ODTW), bukan hotel dan restoran,” terangnya.
Nano mengatakan, hal tersebut dinilai sudah mulai terlihat ada geliat. Karena sebagian besar dari masyarakat pada dasarnya sudah haus akan berlibur. Meskipun tetap memiliki permasalahan yang sama yaitu pendapatan untuk operasional beberapa tempat rekreasi yang belum normal.
“Tapi kalau secara keseluruhan weekend dan weekday itu masih di kisaran 35 sampai 40 persen,” pungkasnya.(M Ikhsan/Ayobandung.com)











Komentar