oleh

KPU Harus Introspeksi, Perbaiki Komunikasi Dengan Wartawan

SOREANG – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Riki Ganesa mengatakan, KPU Kabupaten Bandung sebaiknya introspeksi, Serta memperbaiki komunikasi dengan wartawan.

“Media baik cetak maupun media elektronik berperan penting dengan sukses atau tidaknya perhelatan Pemilihan kepala daerah (Pilkada). Apalagi pesta demokrasi ini, memakan anggaran yang luar biasa,” jelasnya saat dihubungi lewat WhatsApp nya, Kamis (24/9/2020) di Soreang.

Riki menyayangkan, dengan sikap KPU yang melarang wartawan melakukan peliputan, pengundian nomor pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung.

“Ya l KPU ebih elegan lah dengan teman-teman (media), membuka ruang. Kalaupun memang ada anjuran PKPU, seyogyanya informasi itu diberikan jauh-jauh hari. Sehingga, enak bagi kedua belah pihak,” tutur Politisi Golkar Kabupaten Bandung ini.

Baca Juga  KPU Gelar Pengundian Nomor Urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Karawang

Menurutnya, tolok ukur kesuksesan penyelenggara pilkada, tercapainya kualitas demokrasi dengan maksimalnya tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih. Sumber berita dan informasi ujat Riki, menjadi salah satu cara untuk meningkatkan partipasi pemilih.

Menanggapi masih banyaknya masyarakat Kabupaten Bandung yang belum mengetahui, bahwa tanggal 9 Desember 2020, merupakan hari pencoblosan, menurutnya, KPU sebagai pihak penyelenggara dengan waktu yang pendek, seharusnya pihak penyelenggara harus lebih masif melakukan sosialisasi Pilkada.

Baca Juga  Sambangi Warga Desa Bojong Garut, Hoerudin Gelar Sosialisasi Empat Pilar

“Ya KPU harus lebih masif menyebarkan informasi ke publik. Karena memang harus diakui, masyarakat dilapangan masih belum tahu,” ujar Riki

Terkait dengan KPU yang memilih sosialisasi dengan cara live streaming di media sosial, jelas Riki, jumlah penonton dari live streaming tidak lebih dari 500 orang. Oleh karena itu, peran dari media harus terus dilibatkan.

“Jadi, peran media cetak dan media elektronik itu tidak bisa disepelekan atau tidak bisa dipisahkan untuk kesuksesan Pilkada serentak ini,” imbuhnya.

Baca Juga  Dadang Rusdiana : Gugatan Pilkada Kabupaten Bandung, Bagian Pendidikan Politik Sehat

Karena ucapnya, informasi yang diberikan kepada masyarakat harus aktual dan selalu update. Jadi, jika ada sekat antara penyelenggara Pilkada dengan wartawan maka tidak bisa berharap banyak terhadap kesuksesan pesta demokrasi ini.

“Perbaiki komunikasi lah dengan teman-teman media,” harapnya.

Jika pola dan metode KPU seperti sekarang, jelas Riki, taget sekitar 75 persen partisipasi pemilih untuk Pilkada 2020 tidak akan tercapai. Jadi KPU harus punya daya ungkit, untuk melakukan pola dan metode yang lebih baik lagi. (nk/dialogpublik.com)

 

Komentar

News Feed