oleh

Imbas Wabah Covid-19, Begini Penjelasan Penjahit di Cianjur

CIANJUR – Usaha jahit rumahan ternyata juga terdampak imbas wabah virus Covid-19. Sebagian pelanggan menunda datang karena takut keluar rumah. Kegiatan praktik kerja industri pelajar SMK juga ikut terhenti sampai batas waktu yang belum diketahui.

Hal itu diutarakan Cucu Sutarsih, pemilik usaha jahit “Berkah Tailor”, di rumahnya, Desa Cijati,  Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Sabtu (24/10/2020). Diutarakan, setidaknya sejak beberapa bulan lalu, sebagian pelanggan menunda datang.

“Mereka enggak berani keluar rumah, mengikuti imbauan pemerintah. Jadi ya sebagian menunda datang untuk menjahitkan baju. Sekitar 25 orang, sebulan terakhir. Kalau yang memang jadwal jahitannya selesai dan bisa diambil, pelanggan memilih minta dikirim pakai ojek online/paket pengiriman online,” kata Cucu,

Sebulan terakhir, lanjut  Cucu, hanya 9 orang yang ke rumahnya untuk menjahit baju. Meski demikian, Cucu tetap menjahit tiap hari karena merampungkan sekitar 25 pesanan jahit karena mesti rampung bulan ini.

Baca Juga  Gubernur Jabar Resmikan Program Puskesmas Terpadu dan Juara

“Sebenarnya, pelanggan bukan membatalkan agenda. Namun menunda. Saya misalnya dapat order 25-an baju/celana  untuk order 1 bulan, yang semestinya saya jahit minggu ini karena mengejar event  akhir Oktober. Tapi karena event-nya ikut mundur gegara Corona, ya belum saya jahit kainnya,” ujarnya.

Cucu mesti bekerja lebih keras  karena mengerjakan jahitan sendirian. Selain menerima jasa jahit, Cucu juga membuat Masker dari bahan kain.

 Satu tahun terakhir,  Cucu sendirian menjahit karena tidak punya karyawan. Sebenarnya, tugas Cucu bisa ringan karena pertengahan Februari lalu, ada dua siswi salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Cianjur  yang ditempatkan ke Berkah Tailor untuk mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin).

Baca Juga  Komisi IV : Akibat Refocusing Anggaran, Angka Kemantapan Jalan Mengalami Penurunan

Namun pekan lalu, pihak sekolah menghentikan sementara Prakerin, juga karena antisipasi Corona. “Padahal sudah senang karena usaha jahit saya dipilih menjadi salah satu tempat Prakerin. Jadi, mereka baru sebulan Prakerin,” ujar Cucu.

Cucu mengungkapkan, Adapun langkah  pertama dalam mengatasi Pandemi Covid-19 ini, pihaknya berinisiatif  menjahit masker kain dilakukan dengan menggaet ibu-ibu asal Cijati Cianjur.

Dibantu  Putrinya untuk Upload dan buka internet via online, “Percobaan pertama hasilnya abstrak, setelah itu kami kasih feedback via online, mereka kirim gambar dan video terus diberikan feedback, kedua dan cukup bagus meskipun kurang bisa sesuai dengan standar. Setelah kami beri feedback kembali, pembuatan ketiga sudah oke banget,” kata Cucu.

Upaya dan kerja kerasnya kini membuahkan hasil. Kegigihan para mitranya untuk terus berusaha dibayar tuntas dengan hasil yang berkualitas tinggi. Secara ekonomi, penghasilan para penjahit Ibu-ibu juga meningkat karena instansi pemerintahan setempat berani mengorder masker hasil mitra pelatin Berkah Tailor hingga ribuan potong.

Baca Juga  Kapolresta Cirebon Pimpin Penyekatan Kendaraan Besar di GT Palimanan 4

Sebagai bentuk tanggung jawab Berkah Tailor  untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia khususnya di Desa Cijati Kabupaten Cianjur , pihaknya juga menerapkan strategi penjualan dengan sistem buy one help one atau beli satu membantu satu. Pelanggan yang membeli satu paket masker berisi tiga buah dengan harga Rp 30.000, secara otomatis berkontribusi mendonasikan masker kepada tenaga medis yang tengah berjuang melawan Covid-19. Masker tersebut dijual secara daring melalui media social.

(Septri/Bar, cakrawalajabar.com)

Komentar

News Feed