oleh

Ini Komentar K.H. Yusup Tojiri Ditengah Pandemi Wabah Corona

CIANJUR – Pembatasan akses keluar masuk orang dengan sistem satu pintu dan penegakan sanksi tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan jadi kunci  beberapa Pondok Pesantren/ Mesjid-mesjid dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cianjur Jawa Barat berdasarkan anjuran Pemerintah.

Pimpinan Mazelis Dzikir  AL- Hunafa Sunnah Wal Jama’ah  K.H. Yusup Tojiri mengatakan, selama pandemi  dalam menekan penyebaran virus di  Mazelis yang dipimpinnya itu,  dilakukan dengan menerapkan satu pintu masuk atau yang disebut “one gate system” guna membatasi lalu lintas orang.

“Biasanya dari kasus seperti pesantren/masjid  itu karena ada orang keluar masuk dan bersentuhan dengan pihak luar, kemudian kembali ke pesantren/mesjid,” ujar Kyai Yusup, Tokoh Agama Islam Cijati Cianjur Jawa barat Sabtu (24/10/2020).

Selain pembatasan akses masuk, Satgas  Mazelis Dzikir AL-Hunafa  juga menegakkan peraturan tambahan kepada jemaahnya yang akan masuk ke mesjid seperti memakai masker dan menjaga jarak. “Memang mengubah perilaku dari tak siap menjadi siap itu harus dipaksa,” papar Kyai Yusup.

Baca Juga  Ini Pernyataan Sikap Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia Tentang Pendidikan Nasional Tahun 2020.........!

Diharapkan, Pandemi Wabah Corona ini segera berakhir sehingga Warga Negara Indonesia khususnya Masyarakat Cijati Cianjur bisa kembali normal seperti Tahun-tahun sebelumnya. “Kita pasrahkan semuanya kepada Allah SWT dengan berdoa bersama Pandemi segera berakhir,”tutup Kyai Yusup.

(Akbar/jurnalisnews.com)

Komentar

News Feed