SUBANG, – Proyek pemasangan saluran pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Subang, sepanjang jalan Raya Binong-Pamanukan yang dikerjakan oleh PT. SODIK diduga sangat meresahkan warga setempat. Pasalnya, pemasangan pipa yang sudah digali berjalan satu minggu itu, tidak langsung dirapihkan kembali tanah bekas galiannya.
Salah seorang warga Binong Asep Kudrat (55) didampingi sejumlah tokoh masyarakat lainnya, menuturkan pengerjaan proyek pemasangan pipa PDAM Subang yang sudah berjalan sekitar satu minggu. Namun, sangat disayangkan pihak pelaksana proyek bekas galian dibiarkan begitu saja. Akibatnya, sangat meresahkan warga. Untuk itu, warga meminta bekas gailianya dirapihkan kembali dengan memadatkan tanah bekas galiannya,” ujar Acep, Minggu (24/1/2021).
Dikatakan, Asep akibat lalainya proses pengerjaan pemasangan pipa PDAM Subang yang dikerjakan PT. SODIK, dianggap warga sangat mengganggu kenyamanan, keindahan dan sekaligus dapat mengganggu perkonomian masyarakat warga Binong. “Liat saja sekarang ke lokasi, apa lagi sekarang hujan terus, sudah becek, kumuh juga mengganggu warga yang memiliki usaha. Bahkan ada warga yang sudah beberapa hari ini terpaksa tidak bisa usaha berdagang,” tambah Asep.
Lebih lanut Asep menyatakan, warga Binong selama ini telah berusaha mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menata lingkungan, baik itu yang dilakukan oleh perorangan dimasing-masing halaman rumah dan tempat usahanya, maupun yang dikerjakan secara gotong royong untuk kepentingan bersama. Makanya, wajar apabila warga menuntut keadilan PDAM Subang saat ini.
“Kami warga sudah menegor para pekerja, tapi hanya iya dan iya saja, tapi sampai saat ini masih belum ada perbaikan. Warga berharap jalan yang telah di plester bahkan ada yang di hootmix dikembalikan seperti asalnya, supaya tidak merugikan masyarakat,” tegas Asep
Senada diungkapkan H. Agus T, salah seorang tokoh Desa Binong lainnya, yang menyatakan bahwa dirinya beserta warga mendukung sepenuhnya apa yang menjadi program Pembangunan Pemkab Subang, namun dalam pelaksanaannya tidak merugikan masyarakat setempat. “Apa lagi saat ini kita sedang menghadapi wabah Covid-19, secara sosial, ekonomi jelas -jelas pasti sedang terganggu. Untuk itu, wajar jika saat ini warga minta keadilan dari pemerintah,” tutur Agus.
Salah seorang petugas pekerja Proyek, Encep ketika diminta tanggapannya menyatakan, pemasangan saluran pipa air PDAM Subang yang dikerjakan PT. SODIK. Pihaknya, sudah mendengar keluhan warga Binong atas proyek penggalian pipa PDAM. Semua keluhan itu telah kami sampaikan keatasannya.
Acep pun menjelaskan akibat keterbatasan tenaga, dirinya mengakui terjadi keterlambatan untuk memperbaiki kembali jalan jalan yang telah kami bongkar. Dalam proyek ini, pihaknya perusahan pasti akan meperbaiki Kembali jalan jalan, sesuai kondisi semula. “Ya pa. Saya dah sampaikan kepihak perusahan, katanya yang sudah dibongkar akan diperbaiki seperti semula. Yang dulunya di plester ya diplester ulang, dan begitu juga yang sudah diaspal akan diaspal kembali,” tutur Acep.(SONY/FORMASNEWS.COM)











Komentar