CIMAHI, – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Cimahi akan menambahan alat pencatat transaksi elektronik (tapping box) dan Portable Data Terminal (PDT) di sejumlah rumah makan dan tempat parkir off streat. Tujuannya, adalah untuk menggenjot pendapatan yang bersumber dari pajak daerah secara kesinambungan.
Kepala Bapenda Kota Cimahi, Ahmad Saepuloh didampingi Kasubid Perencanaan Pendapatan Bapenda Kota Cimahi, Asep Luki mengatakan, pemasang tapping box itu juga, sekaligus untuk mendapat target pajak daerah yang telah ditetapkan. “Tahun lalu, kami memasang 25 tapping box dan PDT di setiap rumah makan dan tempat parkir yang termasuk ke dalam Wajib Pajak (WP) self-assessment,” ujarnya di Pemkot Cimahi, Senin (25/1/2021).
Dikatakan Ahmad, pemasangan alat perekam data transaksi usaha dan PDT ini, dalam rangka meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Cimahi. Maka itu, sebanyak 25 tapping box dari bjb (Bank Jabar) sudah semua terpasang di tahun 2020 kemarin. Rencananya tahun ini maintenance, dan meminta tambahan tapping box ke bjb untuk tahun 2021.
Berdasarkan catatan yang ada, tahun lalu realisasi penerimaan pajak restoran termasuk dari rumah makan melebihi target hingga 113,37 persen, dari target Rp 12.206.500.868, namun realisasinya mencapai Rp 13.838.928.732. Begitupun dengan pajak parkir yang mencapai Rp 645.221.004, dari target Rp 423.050.000.
“Untuk jumlah tambahan tapping box tahun ini, kami belum bisa memastikannya. Sebab akan dilakukan survei terlebih dahulu untuk memetakan jenis tapping box yang akan dipasang. Namun, tetap berharap semua WP dipasang tapping box, tapi melihat situasi dan konsidi saat ini kelihatannya pemasangannya akan bertahap,” katanya.
Lebih lanjut Ahmad menyatakan, pemasangan tapping box cukup efektif, minimal ada data pembanding untuk para WP membayar pajak secara tepat jumlah. Pihaknya juga akan melakukan maintenance secara berkala terhadap 25 tapping box yang sudah terpasang di restoran dan tempat parkir.
“Maintenance minimal sebulan sekali. Apabila ada tapping box yang tidak aktif, kita buat jadwal maintenance dengan vendor untuk langsung datang ke lokasi. Biasanya yang ngga aktif karena habis kuota sim cardnya atau karena terlepas connectingnya. Makanya kita ada maintenance,” tegasnya. (Wispa/H.AS/Yat/FORMASNEWS.COM)











Komentar