Penggunaan Narkoba dan obat-obatan di kalangan remaja di Jawa Barat sudah mengkhawatirkan, diperlukan sinergitas dari berbagai pihak untuk mencegah agar tidak lebih terjerumus.
Hal itu diungkapkan Kepala BNNP Jawa Barat, Brigjen Pol Sufyan Syarif, saat mengadakan kunjungan di Kabupaten Cianjur.
“Berdasarkan data yang lami terima, anak SMP sudah pakai obat-obatan terlarang, seperti jenis benzo. Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan,” terang Sufyan pada wartawan.
Dampak dari obat-obatan terlarang itu berdampak sama dengan pengguna Narkoba dengan jenis lainnya.
“Makanya saya tangkapi pengedar obat-obatan tersebut, karena jangan sampai beredar luas dan digunakan oleh para remaja,” katanya.
Penyebab banyaknya remaja yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan Narkoba karena ingin mengekapresikan kebebasan, obat-obatan dan narkona menjadi salah satu media untuk itu.
“Diperlukan antisipasi mulai dari tingkat lingkungan terkecil, mulai dari kekuarga, RT, RW, Kelurrahan dan seterusnya,” jelasnya.
Begitu pula dengan lembaga lainnya, BNNP merangkul semua stakeholder dalam upaya pemberantasan narkoba.
“Kita berkordinasi antar instansi, di antaranya TNI/Polri, pihak bandara, pelabuhan, termasuk dengan pihak jalan tol, karena itu juga jadi jalur,” pungkasnya.









Komentar