oleh

Bandung Zona Oranye, Pedagang Lukisan di Braga Tetap Gelar Lapak

BANDUNG — Bandung dalam sepekan terakhir hingga hari ini, Kamis (24/9/2020) masih dalam zona oranye corona. Namun, sejumlah pelaku usaha tetap mencoba peruntungan, meski angka reproduksi terus meningkat. Salah satunya dilakukan Dede (58), pedagang lukisan di Braga.

Dede berkisah tentang bakat melukis yang didalaminya sejak 2010.

“Saya melukis dari tahun 2010, sekarang hampir 10 tahun. Kalau lukisan tergantung kita mood-nya gimana, kalau lagi suka melukis ya satu hari bisa bikin dua sampai tiga,” katanya kepada Ayobandung.com, Kamis (24/9/2020).

Terlihat beberapa jenis hasil lukisan Dede dipajang di sisi Jalan Braga. Dia menjual berbagai macam lukisan, seperti pemandangan, kolam ikan, hewan, dan karikatur.

“Kalau lukisan karikatur bisa sehari jadi. Sehari bisa bikin dua wajah, kalau harga yang karikatur 2 wajah ini Rp400.000. Lukisan wajah juga sama harganya,” kata Dede.

Baca Juga  Kasus Prostitusi Online Bandung: Selebgram TA Dipulangkan

Soal harga lukisan, kata dia, sangat bervariasi tergantung kesulitan dan ukuran lukisan.

“Ini harganya lebih murah yang gini (lukisan pemandangan), harganya ini yang gede Rp250.000. Kenapa lukisan wajah lebih mahal? Ya karena detailnya agak sulit,” katanya sambil menunjuk salah satu lukisan.

Lapak lukisan Dede buka mulai pukul 09.00-17.00 WIB.

“Kalau lukisan mah gak tiap hari kejual, kalau hasil karya gini mah beda sama penjual nasi,” katanya.

Saat ini, Kota Bandung masih menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang diperketat. Terdapat peningkatan sejumlah sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Selain itu, 5 ruas jalan di Kota Bandung dibuka-tutup pada waktu tertentu.

Kebijakan buka-tutup jalan tersebut akan berjalan selama 2 pekan mulai Jumat (18/9/2020).

Daftar ruas jalan di Kota Bandung yang ditutup

Menurut informasi resmi dari Humas Setda Kota Bandung, buka-tutup jalan dilakukan

Baca Juga  Jembatan Pramuka Cetak Rekor Muri, Penghubung Dua Provinsi Pertama di Indonesia

Mulai Simpang Otista – Suniaraja s/d Otista – Asia Afrika;
Mulai dari Simpang Asia Afrika – Tamblong s/d Asia Afrika – Cikapundung Barat;
Mulai dari Purnawarman – Riau s/d Purnawarman – Wastukencana;
Mulai dari Merdeka – Riau s/d Merdeka – Aceh;
Mulai dari Merdeka – Aceh s/d Merdeka – Jawa.

Waktu penutupan jalan
Waktu penutupan jalan per hari ini dilakukan 3 kali sehari. Pertama, pukul 09.00 WIB-11.00 WIB, dilanjutkan pukul 14.00 WIB-16.00 WIB, kemudian pukul 21.00-06.00 WIB.

Warga luar Kota Bandung jangan dulu masuk

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengimbau warga di luar Kota Bandung tidak datang dulu ke Bandung. Bandung, katanya, sedang berbenah untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

“Masyarakat di luar Kota Bandung jangan ke Bandung dulu, karena Bandung masih berbenah untuk menekan angka Covid,” ujar Ulung saat menggelar Operasi Yustisi 2020 di Pasar Kosambi Bandung, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga  Ridwan Kamil Paparkan Penanganan Lingkungan Jabar dalam Indonesia-Japan Environmental Week

Sepeda tidak boleh melintasi jalan yang ditutup

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, penutupan jalan bukan hanya untuk kendaraan bermotor. Sepeda pun tidak boleh melintas.

“Untuk semua kendaraan dan untuk sepeda tidak boleh. Filosofinya menghindari kerumunan,” ujar Oded usai melaksanakan apel buka-tutup jalan di Jalan Asia Afrika, Jumat (18/9/2020).

Buka-tutup jalan sebagai peringatan bahwa corona masih ada

Oded M Danial mengatakan, buka-tutup jalan di Kota Bandung sebagai peringatan kepada warga Bandung dan warga luar Kota Bandung bahwa pandemi corona masih ada.

“Ini dalam rangka mengingatkan warga Kota Bandung dan orang yang akan datang ke kota ini, pandemi Covid-19 masih ada,” kata dia.

Komentar

News Feed