BANDUNG – Hampir satu tahun selama Covid-19 semua jenjang pendidikan di Indonesia melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring. Hal ini sangat berdampak pada mental semangat belajar anak. Deputy Chief Program Impact and Policy Save the Children menyatakan penyebab menurunnya motivasi belajar anak selama Covid-19, diantaranya, karena bosan, terlalu banyak tugas, tidak ada interaksi dan berebut fasilitas.
Melihat fenomena seperti itu, RA Plus Al-Ghifari melakukan langkah alternatif pembelajaran di luar daring. “Selama pandemi ini kegiatan belajar mengajar melalui online terus kami jalankan semaksimal mungkin. Tapi kami akui di lapangan masih menemukan ada anak yang kesulitan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh ini bahkan anak tersebut merasa bosan. Untuk itu kami melakukan alternatif pembelajaran dengan melalukan home visit,” kata Meili Nurmeiliani, Kepala RA Plus Al-Ghifari, saat dihubungi melalui media WhatsApp, Ahad (24/1/2021).
Home visit atau kunjungan ke rumah, kata Meili merupakan salah satu alternatif membangun komunikasi yang baik serta diharapkan bisa membantu memecahkan kesulitan-kesulitan belajar siswa saat pandemi Covid-19.
Selain itu, Meili menjelaskan, home visit bertujuan untuk memperoleh berbagai keterangan atau data yang diperlukan dalam memahami lingkungan dan siswa serta memecahkan permasalahan siswa yang mengalami kesulitan belajar saat belajar dari rumah.
Lebih lanjut, Meili mengatakan pelaksanaan home visit dilakukan satu pekan sekali yaitu satu guru mengunjungi satu siswa. “Pelaksanaan home visit saat pandemi Covid -19 memerlukan persiapan yang matang dari guru pembimbing atau wali kelas serta memerlukan kerja sama yang baik dari kedua belah pihak. Kunjungan ke rumah siswa dilakukan setiap satu pekan sekali. Adapun hari dan waktu sesuai kesepakatan, karena, kami tahu betul sikon saat ini. Satu hari seorang guru mengunjungi satu siswa dengan durasi waktu 90 menit,” jelas Meili.
Kegiatan selama home visit, papar Meili antara lain, melihat kondisi dan fasilitas belajar siswa serta masalah kesulitan belajar di rumah, mengetahui hubungan siswa dengan orang tua dan anggota keluarganya, mengetahui sikap dan kebiasaan siswa di rumah dan berdiskusi dengan orang tua serta anggota keluarga lainnya tantang komitmen bagaimana cara mendidik anak selama pandemi. “Home visit ini bukan hanya tertuju kepada siswa tapi juga kepada keluarga siswa karena dengan dilakukannya home visit ini keluarga juga mendapatkan pandangan, pemahaman, arahan, motivasi, sikap dan cara yang perlu dilaksanakan oleh keluarga siswa,” tegasnya.
Meili juga menyebutkan teknis pelaksanaan home visit saat ini berbeda dengan sebelum terjadinya pandemi Covid-19. “Selama melakukan home visit kami tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Kemudian kami juga terus menyampaikan pentingnya menaati prokes Covid-19 kepada siswa dan orang tua yaitu tetap menjalankan 3 M dan 1T, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun,” pungkas Meili. (Jujun Junaedi/BentarNews.com)











Komentar