oleh

Polrestabes Bandung Bersama Tim Eco Enzyme & PMI Semprot Ruas Jalan di Kota Bandung

BANDUNG,- Polrestabes Bandung bekerjasama dengan Relawan Sosialisasi Eco Enzyme Nusantara yang diketuai Susen Suryanto serta PMI kota Bandung mengadakan penyemprotan cairan Eco Enzyme terkait pandemi Covid -19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, khususnya di Kota Bandung.

“Apalagi Kota Bandung sudah masuk zona merah, kata Kasat Sabhara Polrestabes Bandung, AKBP Sutorih S. ST, di halaman Polsek Batununggal Jl. Ahmad yani Bandung, Senin (25/1-2021) saat akan dimulainya penyemprotan cairan Eco Enzyme.

Untuk itu, kata Kasat Sabhara Polrestabes Bandung, berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Dengan mematuhi protokol kesehatan, katanya pula, kerjasama masyarakat, pandemi Covid-19 segera lenyap dari bumi Indonesia.

Baca Juga  Kembali Ditegaskan Bahwa Bahaya BPA Bukan Hoax.......!

“Mudah-mudahan bumi Kota Bandung yang indah, nyaman kembali akan dinikmati segenap masyarakat dengan lenyapnya Covid-19 dari bumi Indonesia,” ucap AKBP Sutorih, S. ST, saat diwawancarai awak media usai penyemprotan cairan Eco Enzyme.

Sementara itu, Doddy, Koordinator Gerakan Eco Enzyme Bandung menyatakan rasa syukur dengan dilaksanakannya penyemprotan disinfektan ramah lingkungan Eco Enzyme yang pertama di Kota Bandung, kerjasama dengan Polrestabes Bandung dan PMI.

“Eco Enzyme, kata Doddy, bermanfaat dalam upaya membersihkan lingkungan di Kota Bandung tanpa menyebabkan polusi udara”.

Doddy berharap dengan Eco Enzyme yang mudah dibuat bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat, khususnya dalam membantu ketahanan keluarga. “Kami Tim Relawan Eco Enzyme akan mengedukasi personil Poltestabes Bandung, cara pembuatannya,” katanya pula.

Baca Juga  Gubernur Jabar Laporkan Perkembangan Penganan Covid-19 Ke Menko Marves BOR, Varian Baru, dan Efektivitas Vaksin

Ia pun menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah menyemprot kompleks Secapa Hegarmanah, Sukaluyu, The Great Asia Afrika, Taman Kopo Indah dan RW Kelurahan Citarum.

Doddy pun menyatakan apresiasinya terhadap penyebarluasan informasi tentang Eco Enzyme melalui media sosial kepada masyarakat. “Hal itu membantu kami dalam penyebarluasan pembuatan Eco Enzyme untuk dimiliki seluruh keluarga masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan pemanfaatan produk ini, yakin sangat membantu ketahanan ekonomi dan kebersihan lingkungan lebih sehat dan berkualitas.

Sekilas Mengenal Eco Enzyme

Eco Enzyme merupakan cairan multi fungsi mengandung banyak enzyme, etanol, mikroba bermanfaat dan energi yang awal pembuatan dari sayuran dan kulit buah-buahan yang terbuang dan difermentasi secara anaerob dengan bantuan energi gula merah atau molase dan air.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Polres Majalengka Bagikan Masker Gratis dan Ajak Disiplin Prokes secara Door to Door

Pembuatan Eco Enzyme ini sangat mudah. Caranya, materi yang harus tersedia seperti perbandingan 1 : 3 : 10. Artinya, 1 liter molase (gula merah/hitam), 3 kilo sayuran segar/kulit buah-buahan diberikan 10 liter air bersih (air tanah/hujan) dengan melalui fermentasi minimal selama 3 bulan.

Setelah selama 90 hari, Eco Enzyme sudah bisa dipanen dan sisa ampasnya bermanfaat untuk pupuk tanaman.

Eco Enzyme bermanfaat untuk lingkungan, kepentingan diri sendiri dan rumah tangga seperti untuk mencuci piring, mengepel lantai, penjernih kolam serta penjernih udara pengganti desinfektan yang ramah lingkungan, juga untuk mengobati luka tubuh, gatal dan nyeri di lutut. (Elly Susanto/indoartnews.com)

Komentar

News Feed