oleh

Uji Kualitas Bacaan dan Hapalan, SD Plus Al-Ghifari Adakan Munaqosah Tahfidzul Qur’an

Bandung – Al-Qur’an diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai pedoman hidup umat manusia. Kalamullah tersebut merupakan pembeda antara yang hak dan bathil.

SD Plus Al-Ghifari lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Yayasan Al-Ghifari yang beralamat di Jalan Cisaranten Kulon No. 140, Arcamanik, Bandung, berkeinginan agar para peserta didiknya menjadi generasi Islam yang Qur’ani yang memiliki akhlaqul karimah.

“Al-Qur’an harus senantiasa dibaca, dipelajari, dipahami maknanya dan dijadikan dasar tuntunan dalam kehidupan sehari-hari untuk keselamatan di dunia dan akhirat,” kata Roby Awaludin, S.E. Kepala SD Plus Al-Ghifari, saat rapim evaluasi program pembelajaran Al-Qur’an, Senin (25/1/2021).

Baca Juga  Anggota DPR RI Vera Febyanthy Gelar Bulan Bakti Partai Demokrat yang Dihadiri Ketua Umum AHY Secara Virtual

Pembelajaran Al-Qur’an di SD Plus Al-Ghifari, kata Roby dilaksanakan setiap hari Senin sampai Jum’at, baik dalam bentuk pembiasaan pagi sebelum pembelajaran inti. Pembelajaran inti (Ulumul Qur’an dan Tahfidz) dan kegiatan ekstrakurikuler berupa baca tulis quran (BTQ) serta hapalan Al-Qur’an (Tahfidz).

Khusus peserta didik kelas VI, Roby menyebutkan bahwa setiap hari Jum’at pagi diadakan program pengayaan fiqih ibadah yang di dalamnya juga diajarkan cara belajar dan menghapal Al-Qur’an.

Program pembelajaran Al-Qur’an, lebih lanjut dipaparkan oleh Wakil Kepala SD Plus Al-Ghifari bidang Kerohanian, Hj. Nina Nuraeni, S.Ag. Nina menjelaskan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an khususnya pembelajaran tahfidz di masa pandemi Covid-19 dilakukan melalui online (dalam jaringan). “Guru tahfidz mulai kelas I sampai VI memberikan pembelajaran kepada peserta didik melalui zoom meeting, grup whatsapp dan video pembelajaran,” katanya.

Baca Juga  HPN 2023: Ekspedisi Geopark Kaldera Toba SMSI Disambut Puluhan Becak BSA Siantar

Khusus untuk mata pelajaran Tahfidz, lanjut Nina bahwa tiap tingkatan diberikan target hapalan surat baik surat di juz 30 atau beberapa surat pilihan di juz yang lain. Kemudian untuk mengetahui dan mengukur kualitas bacaan dan hapalan Al-Qur’an diadakan munaqosah tahfidzul Qur’an setiap setahun dua kali.

Adapun, munaqosah tahfidzul Qur’an merupakan pengukuran yang bertujuan untuk menguji kemampuan siswa dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. “Alhamdulillah, munaqosah tahfidzul Qur’an gelombang ke-1 sudah kami laksanakan tanggal 18 Desember 2020 lalu. Sebanyak 20 orang peserta didik dinyatakan lulus munaqosah. Mereka hapal juz 30 dan beberapa surat lain yang telah ditentukan,” ujar Hj. Nina.

Baca Juga  Dimasa Pandemi Covid 19 Para Pelaku Usaha UKKM Subang Minta Perhatian Pemkab Subang Dan Pemprov Jabar

Hj. Nina juga mengungkapkan bahwa peserta munaqosah tahfidzul quran tersebut tidak cukup hapal Al-Qur’an tapi harus disertai dengan bacan yang tartil yaitu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid.

“Bagi peserta didik yang hendak mengikuti munaqosah gelombang ke-2 diharapkan mempersiapkan diri. Daftarkan dan lakukan murojaah juz 30 dari sekarang kepada guru pembimbing masing-masing. Insya Allah, pelaksanaan munaqosah tahfidzul quran gelombang ke-2 akan dilaksanakan bulan Maret 2021,” pungkas Hj Nina Nuraeni. (Jujun Junaedi/BentarNews.com)

Komentar

News Feed