KAWALU, AYOTASIK.COM – – Cuaca ekstrim yang melanda sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar) tidak terkecuali Kota Tasikmalaya, menyebabkan terjadinya sejumlah kejadian bencana alam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat, sejak Januari 2021 hingga pertengahan Februari 2021, setidaknya ada 28 kejadian bencana alam yang terjadi di Kota Tasikmalaya.
“Ada 3 kejadian tanah longsor, satu pergerakan tanah, dan 8 rumah rusak di Januari 2021 akibat cuaca ekstrim,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tasikmalaya Erik Yowanda, Kamis (25/2/2021).
Ia menuturkan, hujan deras disertai angin kencang pada beberapa minggu terakhir di Februari 2021 juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan rumah warga rusak.
“Hingga 13 Februari 2021 sebanyak 16 kejadian bencana alam. Rumah rusak akibat angin kencang sebanyak 7 kejadian dan pohon tumbang sebanyak 9 kejadian,” ucapnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar mengatakan, pihaknya bakal meningkatkan kapasitas Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) seiring dengan semakin intensifnya kebencanaan di Kota Tasikmalaya.
Keberadaan Katana nantinya akan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kebencanaan, sehingga masyarakat paham dan bisa mengenali bahayanya untuk mengurangi risikonya.
“Prioritas kami adalah bagaimana menciptakan kelembagaan di masyarakat sehingga terbentuk kelurahan tangguh bencana,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar, Senin (22/2/2021).
Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki 69 kelurahan, sehingga jika terbentuk katana disetiap kelurahan akan mampu memberikan edukasi dan pemahaman soal kebencanaan kepada masyarakat.
“Katana nantinya mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan sehingga masyarakat bisa mengenali bahayanya untuk mengurangi risikonya. Sebab bencana alam ini bukan tanggung jawab BPBD, tapi bencana adalah urusan bersama,” ucapnya.
Ucu menjelaskan, dalam konsep penanganan bencana pentahelix (lima jalinan) ada 5 unsur yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media massa, kesemuanya memiliki tanggung jawab langsung terhadap kebencanaan yang terjadi.
“Pentahelix ini akan menjadi solusi, di mana kebencanaan akan ditangani oleh semua komponen sehingga terjadi sinergitas dan kerjasama yang baik demi menghindari kerugian materil maupun jiwa,” kata dia.
Untuk mengantisipasi bencana, BPBD akan mengendepankan mitigasi dan kebencanaan kendati bencana alam adalah bencana yang tidak bisa dihindari, tapi harus segera dikenali untuk mengurangi risiko.
“Mari kita menjaga alam dan pasti alam akan menjaga kita,” ungkapnya.











Komentar