oleh

Petani Lembang KBB Temukan Cabai Jenis Baru Hasil Persilangan

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM — Wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata bukan hanya kaya akan tempat wisata. Dengan kontur berbukit serta cuaca alam sejuk, menjadikan Lembang surga bagi tanama sayuran dan aneka jenis hasil pertanian.

Modal geografis dan suburnya tanah Lembang juga sangat mendukung kualitas dan kuantitas sayuran. Bahkan, wilayah ini dianggap cocok untuk pengembangan budidaya varietas tanaman baru, seperti dilakukan oleh seorang petani bernama Ratna Junianti (55).

Perempuan asal Kampung Wangsakerta, RT03 RW05, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu sukses membudidayakan tanaman cabai jenis baru dari hasil kawin silang tiga spesies cabai.

Ketiga jenis cabai yang dikawinkan adalah cabai rawit (Capsicum frustescens), cabai besar (Capsicum annuum L.), dan cabai hias hitam atau atau Black hungarian papper yang memiliki nama ilmiah Capsicum annuum longum.

Baca Juga  Kegiatan Gerakan Bakti Sosial Polri Peduli Pembagian Masker Serentak Untuk Pencegahan Covid-19 Di Polres Indramayu Polda Jabar

“Pertama-tama saya kawinkan dulu cabai rawit dengan cabai besar. Hasil tanaman ini saya namakan Bengek, kepanjangan dari cabai dan Cengek. Setelah tumbuh dan berbuah, saya lakukan persilangan lagi dengan cabai hitam,” kata Ratna saat ditemui baru-baru ini.

Ratna menjelaskan, tanaman baru yang ia kembangkan melewati 2 tahap persilangan (hybridization). Tahap pertama pertama, persilangan antara cabai rawit dengan cabai besar, menghasilkan Bengek.

Jenis buah cabai yang dihasilkan Bengek memiliki kulit seperti cabai rawit namun dengan bentuk agak panjang seperti cabai kriting. Dari sisi rasa Bengek lebih pedas dibanding cabai rawit.

“Dari segi bentuk buah, Bengek lebih mirip cabai besar tapi lebih panjang dan permukaan kulitnya mirip cabai rawit. Rasanya pun lebih pedas dari cabai rawit,” jelasnya.

Tahap kedua, Ratna melakukan persilangan antara Bengek dengan cabai hias hitam. Persilangan tersebut telah berhasil dan varietas baru itu kini telah berbuah.

Baca Juga  DPRD Jabar Setujui Propemperda Tahun 2023

Berbeda dengan hasil perkawinan pertama, Ratna belum memberi nama jenis tanaman baru itu. Jika dilihat dari bentuknya, cabai persilangan kedua itu memiliki buah lebih mirip cabai besar dengan ukuran lebih mungil. Perbedaan lain yang menonjol adalah warna hitam seperti cabai hias.

“Belum saya beri nama. Dari segi bentuk, persilangan kedua ini lebih mirip cabai besar namun ukuran kecil seperti cabai rawit. Sedangkan buah dan daun lebih mirip cabai hias karena ada corak ungu dan hitam seperti nenek moyangnya,” papar Ibu dua anak itu.

Kedua jenis cabai yang dibudidayakan Ratna, dilakukan persilangan antara individu yang berbeda spesies (persilangan interspesifik) dengan cara memasukkan serbuk sari (pollen) bunga cabai ke putik (gynoecium) bunga cabai yang berbeda.

Baca Juga  Musyawarah Cabang II, Imas Nurjanah SE Kembali Terpilih Sebagai Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Bandung Barat......!

“Saya ambil serbuk sari bunga daei cabai berbeda lalu saya masukkan ke dalam putik bunga cabai yang lain. Kemudian mahkota bunga saya ikat menggunakan benang,” jelas Ratna.

Menurutnya, budidaya cabai ia kembangkan belum dilakukan dengan jumlah besar. Namun hal itu bisa saja dilakukan jika pasokan cabai dipasaran kembali meningkat sehingga harganya mahal.

“Ini bisa kita kembangkan agar banyak alternatif cabai. Sehingga tatkala permintaan besar harga tak terlalu mahal,” pungkasnya.

Caption: 1. Ratna Junianti (55) menunjukkan cabai hias hitam

2. Tanama cabai hasil persilangan Bengek dan cabai hias Hitam

3. Tanama cabai hasil persilangan Bengek dan cabai hias Hitam

4. Ratna Junianti (55) menunjukkan tanama cabai hasil persilangan Bengek dan cabai hias Hitam

Komentar

News Feed