oleh

Bawaslu Karawang Dinilai Tebang Pilih Dalam Menindak Pelanggaran

KARAWANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karawang dinilai tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan benar, bahkan ada indikasi Bawaslu memihak salah satu Paslon.

“Di dalam Bawaslu itu orang yang ngerti aturan, jangan berat sebelah dong, kalau ada pelanggaran baik itu nomor 1, nomor 2 atau nomor 3 tindak jangan tebang pilih,”tegas Asep Agustian SH,.MH pengamat hukum dan pemerintahan, Senin (26/10/2020) di kantornya, Galuh Mas, Karawang.

Pasalnya, banyak pemberitaan di media sosial bahwa ada ASN yang mengumpulkan massa di rumahnya untuk diarahkan mendukung salah satu Paslon. Belum lagi soal keberpihakan kepala desa kepada petahana namun, lagi lagi Bawaslu tidak berani menindak.

“Harusnya itu laporan informasi sebagai langkah awal Bawaslu untuk menindak apakah benar terjadi atau tidak, jangan menunggu ada laporan,”kata Askun sapaan akrab Asep Agustian.

Baca Juga  Partai Golkar Kabupaten Bekasi 'Bergolak', 15 PK Gugat ke Mahkamah Partai

Sudah dijelas diatur di UU nomor 7 tahun 2017 bahwa ASN, anggota TNI, Polri, Kepala desa, perangkat desa ataupun BPD yang terlibat dalam pelaksanaan atau tim kampanye dapat dipidana dengan kurungan 1 tahun dan denda 12 juta.

Jika Bawaslu tidak bisa menindak bahkan terkesan tebang pilih dalam melaksanakan tugasnya itu tidak benar.

Baca Juga  Beri Semangat Tim Relawan, Cellica Kunjungi Sekretariat Garcell

“Kalau seperti ini terlihat seperti ada keberpihakan tidak seimbang,”tegasnya.

Kemudian kata Askun, ada yang berbeda dengan kinerja Bawaslu saat ini dan itu terlihat sekali dengan tidak tegasnya Bawaslu kepada salah satu Paslon.

“Apa ada komitmen atau tekanan saya tidak tau, tapi berbeda sekali dengan Pilkada 2015 kinerja Bawaslu dengan Pilkada sekarang,”tukasnya.(Kabarsebelas.com)

Komentar

News Feed