oleh

FKUB: Bandung Barat Bukan Daerah Konflik Agama

-Tak Berkategori

BANDUNG BARAT,- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat Rafani Achyar mengklaim KBB bukan daerah rawan konflik dari segi toleransi beragama.

Menurutnya, Walaupun memang ada satu, dua permasalahan yang belum terselesaikan, namun itu juga tidak sampai menimbulkan konflik.

“Kalau seperti di Bekasi, Bogor itu sampai konflik, tapi alhamdulillah KBB itu tidak.” Ucap Rafani saat ditemui di Gedung HBS Cimareme, Rabu (25/11/2020) kemarin.

Baca Juga  Bupati Purwakarta Resmikan Gedung Koramil 1907/Bungursari

Ia juga mengatakan, untuk kedepan kegiatan seperti ini harus sering sosialisasi, sebab faktanya masih banyak ASN, Kepala desa, Camat masih banyak yang belum paham tentang prinsip kerukunan ini.

“Semua tercantum dalam Peraturan Bersama Menteri (PBM) nomor 8 dan 9 tahun 2006. Tentang kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama, perlunya itu di pelajari dan dibaca ketika ada masalah yang harus ada rujukan dan jadi acuan,” paparnya.

Baca Juga  Petugas di Cileunyi Terima Bingkisan Dari Kapolresta Bandung Bersama Ibu

Sementara itu, Kepala Kesbangpol KBB, Jaja mengatakan, pihaknya sudah memediasi permasalahan itu dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Sebetulnya ada yang tidak keberatan tapi ada segelintir yang belum paham dengan adanya tempat peribatan itu,” katanya.

Menurut Jaja, kejadian itu tentu saja seperti menjadi peringatan kepada masyarakat Bandung Barat bahwa soal kerukunan dan toleransi umat beragama masih perlu digencarkan. Sebab, kerukunan antarumat beragama tidak muncul secara tiba-tiba.

Baca Juga  Pensiunan Dapat Peroleh Kredit Multiguna Hingga 500 Juta

“Di KBB ada beberapa suku ras agama yang lumayan banyak, dalam hal ini bukan masalah intoleransinya. Tapi ini tentang pemahaman dari masyarakat sekitar.

“Insha Allah Kesbangpol dan FKUB akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tandasnya.

 

(Cepdar/PenaKu)

Komentar