oleh

Pasien Covid-19 Pondok Pesantren di Indramayu Terus Bertambah

CIREBON — Jumlah pasien dari kluster ponpes di Indramayu terus bermunculan selama sepekan terakhir. Terbaru adalah delapan santri asal pondok pesantren di Kecamatan Bongas

Bersama mereka, otoritas penanganan Covid-19 setempat pula mencatat 18 pasien baru lainnya yang berasal dari beragam kalangan. Selain tenaga kesehatan yang kembali terpapar, terdapat pula aparatur sipil negara (ASN).

“Ada penambahan 8 orang dari Kecamatan Bongas, semuanya merupakan pelajar/santri dari kluster ponpes,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan sekaligus juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara.

Baca Juga  Info Penutupan Jalan 535 Hari di Kota Bekasi adalah Hoaks

Sejauh ini, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di ponpes bersangkutan telah dihentikan sementara guna menekan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Aktivitas KBM di sana sudah dihentikan sementara,” ujarnya.

Selain santri, Covid-19 dari kluster ponpes pun memapar ibu rumah tangga dan wiraswasta. Mereka sempat menjalani karantina mandiri di ponpes, yang terpisah dengan penghuni lain yang tak terpapar virus.

Baca Juga  Pandemi Tidak Melumpuhkan Semua Penanganan Perkara di Polres Depok

Pihaknya menjamin pemantauan intensif atas kondisi kesehatan seluruh pasien. Satgas tingkat kecamatan pun sudah diminta melakukan disinfeksi di area ponpes, termasuk menyediakan bantuan pangan dan vitamin bagi para pasien.

Satgas tingkat kecamatan pun telah diminta lebih siaga menerapkan protokol kesehatan (prokes) di area ponpes. Selain itu, petugas disiagakan di bagian depan untuk pengecekan suhu tubuh dan memastikan pemakaian masker maupun cuci tangan bagi penghuni ponpes.

Baca Juga  Petani Milenial Binaan Dinas TPH Jabar Panen Jagung Hibrida

Kluster ponpes di Kecamatan Bongas muncul sebagai dampak dari keberadaan seorang pasien positif sebelumnya yang meninggal dunia pada 8 November 2020. Mereka yang belakangan terkonfirmasi positif merupakan para kontak erat dari pasien pertama yang diketahui merupakan salah satu tokoh agama ponpes tersebut.

 

Komentar

News Feed