SUMEDANG,- Melalui berbagai cara Allah Subhanahu wa Taala menyelamatkan umatnya. Seperti yang dialami Serka Eri Krisyana yang akrab disapa Serka Erik pada saat terjadi musibah longsor di Cimanggung belum lama ini.
Hal ini terungkap kala indoartnews.com mewawancari Serka Erik sebagai Satgas Subsektor 15 Sumedang Sektor 21 pada saat LSM PMPRI Distrik 6 Kota Bandung menyerahkan bantuan kepada korban longsor di Kp. Bojongkondang Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, hari Minggu (24/1-2021).
Serka Erik menyatakan rasa syukurnya kepada Allah atas keselamatan dirinya terhindar dari musibah longsor. “Allah masih memberi umur panjang pada saya,” ucapnya lirih kepada indoartnews.com.
Ia pun berceritera, saat terjadi musibah di Desa Cimanggung, sedang beraktivitas di Kampung PatAmbon bersama Kepala Desa menanam pohon. Lokasinya masih di kecamatan Cimanggung hingga senja dan selesai shalat Isya di Posko mengambil HPnya dari saku celana.
Begitu membuka HP, ia membaca ada dua whatsapp (WA) masuk dari Babinsa Serka Nindin mengabari telah terjadi musibah longsor hingga dua kali.
“Pada saat longsor pertama Babinsa Serka Nindin kirim WA ke saya. Begitu juga saat terjadi longsor kedua,” katanya “Turut jadi korbannya Danramil Cimanggung,” ucap Serka Erik setelah membaca seluruh isi WA itu ia bergegas ke desa Bojongkondang Cimanggung langsung menuju lokasi.
Saat sampai di lokasi, baru usai longsor ke dua. Ia bersama regu penolong menunggu dulu sesaat karena khawatir ada longsor susulan lagi. Saat itu suasana mencekam, situasi gelap dan masih turun gerimis.
Begitu sudah tampak aman ia bersama yang lainnya mengevakuasi dulu warga yang selamat dan barulah menolong para korban longsor lain.
Dalam musibah itu, tercatat 40 orang korban, kata Serka Erik, termasuk almahum Danramil dan beberapa petugas regu penolong. “Alhamdulillah korban sudah ditemukan semua,” katanya.
“Seandainya kita tahu saat itu dari HP (WA pertama-red) ada informasi longsor pasti kami Satgas Citarum akan cepat datang ke lokasi. Sudah jelas, ini karena kepedulian kita terhdapat lingkungan, kita pasti datang ke lokasi. Tetapi karena sinyal tidak baik tidak terdengar ada WA, masuk,” katanya pula.
Serka Erik menyatakan rasa sedih dan prihatin dengan musibah itu. “Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar memulai pekerjaan dengan tetap berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan apa pun, ” jelas Serka Erik. (Elly Susanto/indoartnews.com)











Komentar