oleh

Jalan Ini Kerap Membuat Pemotor Terjatuh

-Tak Berkategori

Kab. Cianjur,– Kubangan air di Jalan Cipeuyeum-Doktor Mangku yang berlokasi di Kampung Pasirgombong, RT 01/04, Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat sering membuat bencana pengguna jalan.

Dari pantauan, kubangan air di Jalan Cipeuyeum tersebut disebabkan adannya saluran air mampet di got. Selain itu juga adanya pipa PDAM yang sudah lama belum terjamah perbaikan.

Salah seorang tokoh masyarkat Desa Mekarwangi, Ahmad (55) menerangkan hal itu terjadi karena adanya dua faktor penyebab pipa bocor dan got mampet.

Baca Juga  Puncak Acara Ultah ke 26 Tahun, Alfaland Group Salurkan 260 Palet Sembako dan Aksi Serentak Tanam Pohon

Dikatakan Ahmad, kubangan air di Jalan Cipeuyeum tersebut tak sedikit membuat para pengguna jalan yang melintasi di area tersebut terjatuh, khususnya pengguna kendaraan bermotor. Kejadian didominasi pada malam hari dan subuh. Kondisi ini diperparah manakala hujan pun datang.

“Para pengguna jalan yang naik motor sering jatuh pada malam hari, subuh dan ketika hujan turun karena kubangan airnya tidak terlihat tertutup air hujan,” ujar Ahmad kepada PenaKu.ID jejaring Siberindo.co, Selasa (25/01/22).

Baca Juga  Bangkitkan Perekonomian Melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)

Ahmad berharap kepada pihak terkait segera menangani kondisi tersebut, agar kecelakaan di jalan yang penuh kubangan air tersebut tidak menimbulakan lagi korban.

“Moga segera diperbaiki supaya airnya tidak tumpah kejalan dan menjadi kubangan air,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarwangi Cecep Surahman mengatakan kondisi tersebut sudah dilaporkan kepada pihak terkait namun hingga kini belum ada penanganan.

Baca Juga  Pemkot Bandung Izinkan Konser Musik Digelar Kembali, Namun Pihak Penyelenggara Wajib Menerapkan Protokol Kesehatan

Ia juga menyebutkan bahwa hal itu sudah lama terjadi.  “Masalah got mampet dan pipa PDAM telah dilaporkan pada dinas terkait dan sempat dikontrol namun entah apa hingga kini belum ada kelanjutannya,” tutup Kades.

 

***