oleh

Dimasa Pandemi Covid-19 Pelayanan Kependudukan, Diminta Tetap Optimal

BANDUNG, – Meski di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pandemi Covid-19, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memastikan pelayanan publik Pemerintah Kota Bandung tetap berjalan optimal. Termasuk pelayanan kependudukan yang kini hampir seluruhnya bisa dilakukan secara online.

Mengatakan hal itu, Yana saat meninjau Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Jalan Ambon, Senin, 26 Oktober 2020. “Hanya ingin memastikan pelayanan yang diberikan baik kepada masyarakat. Barangkali harus yang ada ditingkatkan,” kata Yana.

Dalam kunjungannya, Yana memberikan masukan agar di setiap loket tidak hanya ditandai dengan huruf saja. Namun juga diberi tambahan informasi tentang layanan yang diberikan di loket. “Seperti tulisan loket A, misalkan di Loket A itu melayani apa aja. Walaupun semua sudah ‘by SMS’ sudah pada tahu, tapi ya tidak apa-apa ditambahkan. Biar jelas. Jadi orang lebih pasti,” ujarnya.

Dikatakan, Yana hingga saat ini layanan administrasi kependudukan sangat minim mendapatkan keluhan dari masyarakat. Menghadapi pandemi Covid-19 ini, Disdukcapil Kota Bandung sudah lebih dulu siap dengan berbagai layanan online. “Selama yang saya lihat yang langsung, tidak ada. Rasanya di media relatif sudah tidak ada yang mengeluhkan Disdukcapil,” paparnya.

Baca Juga  Dua Anggota Dewan Positif Covid-19, DPRD Karawang Terapkan WFH

Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Popong Warliati Nuraeni menyatakan, administrasi kependudukan di Kota Bandung sudah mendekati 100 persen. Seperti perekaman e-KTP, hanya menyisakan para remaja yang menginjak usia 17 tahun di penghujung 2020 ini. “KTP saja kita sudah 99,60 persen. Sisanya masih ada 0,40 persen atau sekitar 7 ribuan orang yang belum direkam,” ungkapnya.

Baca Juga  Melalui ‘Bottom up’ Silahkan Kewilayahan Ajukan PPKM

Lebih lanjut Popong mejelaskan, rata rata anak yang mau umur 17 tahun belum ada perekaman, bagi yang belum tinggal datang. Saat ini pelayanan offline lebih banyak legalisir saja. Itupun jumlahnya tak lebih dari 50 orang setiap harinya. “Seperti akta kelahiran kita udah 95,59 persen jadi kita sudah di atas target nasional. Akta kematian dari yang kita targetkan 12 ribu, sudah 83 persen,” jelasnya. (Asp/Yat/FORMASNEWS.COM)

 

Komentar

News Feed