TASIK — Wali Kota Tasikmalaya, BBD, ditahan KPK pada Jumat (23/10/2020) lantaran menjadi tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya tahun 2018.
Lalu bagaimana dengan nasib pembangunan di Kota Santri tersebut.
Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim mengatakan, kendati wali kota ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga melakukan suap dalam pengurusan Dana Alokasi Daerah (DAK) Kota Tasikmalaya tahun 2018, tetapi segala pembangunan harus terus berjalan sesuai dengan rencana pembangunan kota.
Menurutnya, apa yang telah diagendakan untuk membangun Kota Tasik yang madani tidak boleh terganggu dengan kasus yang menjerat orang nomor satu dj Kota Santri ini.
“Pembangunan harus tetap berjalan, jangan terganggu oleh kasus wali kota,” ujar Aslim, Selasa, (27/10/2020).
Dia meminta kepada masyarakat agar tidak melihat dari sisi buruknya saja mengenai kasus yang menjerat BBD, tetapi masyarakat juga harus melihat dari sisi baiknya juga.
“Selama ini sudah banyak hal yang dilakukan wali kota untuk pembangunan di Kota Tasik, baik pembangunan insfrastruktur, pemerintahan, dan sosial kemasyarakatan,” ungkap Aslim.
Aslim menambahkan, terkait permasalahan yang kini dihadapi oleh wali kota, sebagai sesama orang muslim dirinya mengajak warga Kota Tasikmalaya untuk bersama-sama mendoakan agar diberikan kesabaran dan kekuatan.
“Mudahan-mudahan beliau diberikan kesehatan dan keluarganya diberikan ketabahan,” ujarnya.











Komentar