RILIS – Kampus mengajar merupakan salah satu kebijakan dari kampus merdeka yang dinaungi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sejauh ini kampus mengajar sudah berjalan 2 kali yang pertama dinamakan perintis, yang kedua disebut angkatan 2. Jadi, kampus mengajar saat ini adalah Kampus Mengajar Angkatan 2. Kampus Mengajar adalah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membantu sekolah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terdampak pandemi. Tujuan kampus mengajar adalah peningkatan literasi dan numerasi, adaptasi teknologi serta administrasi di sekolah sasaran. Dalam pelaksanaan kampus mengajar dilaksanakan selama 1 semester dari bulan Agustus hingga Desember.
Kami ditempatkan di SD Islam An Najah Kota Jakarta Timur. Mahasiswa yang ditempatkan di sekolah tersebut ada 4 orang dari beberapa universitas di Indonesia antara lain: Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) , Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Pada kegiatan kampus mengajar para mahasiswa juga mendapat keuntungan seperti mendapat relasi dari universitas dan jurusan yang berbeda. Selanjutnya, meningkatkan soft skill yang seperti kerjasama, komunikasi, public speaking, dll dalam membuat suatu program kerja untuk bisa diterapkan disekolah sasaran. Mahasiswa yang ditempatkan di SD Islam An Najah memiliki tugas untuk membantu proses pembelajaran di sekolah akibat covid untuk mencegah terjadinya _learning loss_. Salah satu program kegiatan kami selain pendampingan literasi numerasi, adaptasi teknologi, serta administrasi adalah melakukan webinar kepramukaan dan Perkemahan Satu Hari PERSARI golongan siaga dan juga Open Donasi Buku Untuk Perpustakaan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di SD Islam An-Najah.
” Webinar Kepramukaan dan Perkemahan Satu Hari (PERSARI) siaga untuk menumbuhkan karakter dan semangat Kepramukaan. Selain itu, untuk melatih pembina siaga yang berasal dari guru di sekolah tersebut. Karena alangkah lebih baik siaga itu dilatih oleh orang terdekat dari peserta didik itu sendiri karena pembina inilah yang dekat dengan siswa”. Ucap Tasya salah satu mahasiswa dari Universitas Indraprasta yang mengikuti program kampus merdeka.
Dalam pelaksanaan Webinar Kepramukaan dan Perkemahan Sehari (PERSARI) golongan siaga kami mengundang keynote speaker dari suku dinas pendidikan wilayah 2, Kwartir Gerakan Pramuka Jakarta Timur, dan juga pemateri yang keren.
Dalam sambutannya Ari selaku ketua Kwartir Gerakan Pramuka Jakarta Timur “Semoga acara webinar ini menjadi contoh untuk sekolah lainnya untuk tetap menjalankan kegiatan pramuka dan membagikan ilmunya tentang pembinaan pramuka” tegasnya.
Selain kegiatan Webinar Kepramukaan dan Perkemahan Sehari (PERSARI) golongan siaga yang berjalan lancar. Kami juga membuat open donasi buku.
Dalam pelaksanaan open donasi kami dibantu pihak sekolah dalam penyebaran flyer baik dari sosial media ataupun grup WhatsApp orang tua siswa. Selain itu kami mengajukan bantuan hibah buku dari Perpustakaan Nasional (PERPUSNAS) yang terletak di salemba.
“Terima kasih atas bantuan hibah buku yang diberikan Perpustakaan Nasional kepada kami sebagai perwakilan SD Islam An-Najah. Semoga buku yang diberikan bermanfaat untuk peserta didik dan dapat meningkatkan minat baca di SD Islam An Najah” ucap Galuh salah satu mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia.
Dalam pelepasan mahasiswa kampus mengajar angkatan 2 di SD Islam An-Najah. Ibu Wida selaku kepala sekolah SD Islam An-Najah berterima kasih dengan adanya program kampus mengajar angkatan 2 yang sudah membantu sekolah selama pandemi. “Terima kasih kepada program kampus mengajar ini dan juga mahasiswa yang sudah mengabdi disini harapan dengan adanya program ini semoga dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak maupun guru di SD Islam An-Najah” tegasnya. (rls)










