oleh

Keterisian Rumah Sakit Rujukan di Jawa Barat Sudah Lampu Kuning

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan okupansi atau tingkat keterisian rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar terus meningkat. Saat ini, ia mengatakan status keterisian tersebut sudah menyentuh lampu kuning.

Ia mengatakan, di minggu ini secara umum ruang isolasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang perawatan intensif lainnya telah mencapai 56%. Jumlah ini terus meningkat dari minggu-minggu sebelumnya yang berada di kisaran 30%-40%.

“Dari sisi keterisian rumah sakit sudah lampu kuning. Secara umum ruang isolasi IGD dan lain-lainnya di 56%,” ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Gedung Sate Bandung, Senin (28/9/2020).

Angka tersebut, ia mengatakan, telah mendekati standar WHO dimana tingkat keterisian ruang rawat di rumah sakit yang menyentuh 60% sudah harus menjadi catatan. Untuk itu, Emil menyatakan pihaknya akan berfokus menangani hal tersebut minggu ini.

Baca Juga  Uu Ruzhanul Minta KEK Lido City Berdayakan Tenaga Kerja Asal Jabar

“Standari WHO di 60% secara umum sudah mendekati. Ini adi perhatian kita minggu ini,” ungkapnya.

Salah satu hal yang diupayakan adalah kerjasama dengan hotel-hotel di Bandung Raya dan Bodebek untuk merawat pasien positif Covid-19 tanpa gejala. Hingga saat ini setidaknya ada 15 hotel di Bandung Raya dan 3 hotel di Bodebek yang telah bersedia meminjamkan unit kamarnya untuk ruang isolasi para OTG.

Baca Juga  Kasus SPPD Fiktif, Mantan Ketua DPRD Subang Merasa dikorbankan

“Ini sedang dikoordinasikan dengan pak sekda,” ungkapnya.

Komentar

News Feed