oleh

Tata Kelola Digital, Tim Abdimas Desa Jatilaksana Lakukan Workshop

Implementasi pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) LPPM Unsika oleh Dosen FISIP yang diketuai Dr. H. Lukmanul Hakim, S.Ag., M.Si., beranggotakan Sopyan Resmana Adiarsa, S.I.P., M.A., dan Ema, S.I.Kom., M.Si., mengadakan Wokrshop “Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Menuju Tata Kelola Berbasis Digital” dengan mitra Desa Jatilaksana Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang berjalan lancar.

Workshop dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri dari aparatur desa dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) seperti RW dan RT di Aula Desa Jatilaksana, Rabu (27/10/2021).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan pemerintah desa, dilanjutkan dengan pemaparan program dan tujuan kegiatan Abdimas oleh Dr. H. Lukmanul Hakim, S.Ag., M.Si.

“Abdimas tahun ini diselenggarakan melalui skema hibah penelitian dan pengabdian strategis Unsika (HIPSTRA). Workshop kali ini bertemakan “Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Menuju Tata Kelola Berbasis Digital”. Lukman mengatakan bahwa saat ini perkembangan teknologi telah mendorong perubahan di berbagai sektor, tak terkecuali pemerintahan.

“Digitalisasi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari, karena saat ini hampir semua bidang serba digital, tambah Lukman.

Baca Juga  KI Jabar: Kades Hanya Dipercaya Masyarakat Jika Terbuka

Sementara pemateri berikutnya, Sopyan Resmana Adiarsa, S.IP., M.A., menegaskan bahwa “tranformasi tata kelola kelembagaan di era digital perlu dilakukan oleh institusi pemerintahan untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi yang diemban oleh pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan seperti fungsi pembangunan, pelayanan, pemberdayaan dan regulasi.

Sopyan menambahkan, dengan transformasi digital harapannya bisa menjadi solusi bagi hambatan-hambatan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan mampu menjadi jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, proses menuju tata kelola kelembagaan berbasis digital diperlukan dukungan berupa pembangunan infrastruktur digital, peningkatan SDM pemerintahan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan literasi digital, adanya political will dari pemegang kekuasaan dan kewenangan, partisipasi masyarakat, serta kolaborasi dan sinergitas diantara semua pihak, tandasnya.

Pada materi terakhir Ema, S.I.Kom., M.Si selaku Dosen Ilmu Komunikasi memberikan materi tentang, Literasi Media; Misinformasi, Disinformasi, Malinformasi dan Komunikasi Media.

Banjir informasi yang selama ini terjadi akibat dari banyaknya ruang-ruang media, sehingga banyak terjadi mispersepsi, disinformasi dan malinformasi. Perlu kemampuan literasi media yang baik agar arus komunikasi menjadi efektif, terutama bagi perangkat desa dalam mengkomunikasikan program-program pemerintah Pusat, Kabupaten atau pun Desa tempat dia bekerja,” Ungkap Ema dalam kesempatan tersebut.

Baca Juga  Raker Pansus 5 DPRD Kota Bandung Bahas Perubahan Susunan Perangkat Daerah

Lanjut Ema menjelaskan, bahwa konflik di masyarakat seringkali terjadi akibat dari terjadinya misinformasi, disinformasi, dan malinformasi yang bisa menjadi berdampak terhadap kinerja aparatur yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Kemampuan literasi yaitu, proses seleksi media, analisis media, evaluasi dan terutama harus bisa mengkomunikasikan dengan media juga. Mau berupa narasi press release, pesan audio maupun video pendek (teaser) yang mengkonter isu yang bersifat negatif yang menghambat kinerja penyelenggaraan pemerintahan,” ungkapnya.

lebih jelas Ema memaparkan bahwa Misinformasi merupakan sebuah ketidakcermatan dalam menangkap pesan. Disinformasi merupakan informasi bohong, namun mendekati kebenaran, seringkali digunakan untuk kepentingan politik tertentu. Sementara malinformasi adalah berita fakta namun tidak melalui proses konfirmasi terhadap sumber, tujuannya untuk hal-hal negatif seperti menjelekan ras, suku , agama atau privasi seseorang. Untuk menghindari Misinformasi, Disinformasi dan Malinformasi dapat dilakukan dengan cek fakta melalui sumber-sumber media yang kredibel.

Baca Juga  Warning.......Masuknya Molekul BPA Ke Dalam Tubuh.......!

Sementara Sekdes Jatilaksana Inggit Pramudyana, S.K.M membenarkan bahwa,”kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama aparatur desa. Selama ini hal-hal disampaikan oleh para pemateri sangat relevan karena dirasakan oleh kami yang bersentuhan langsung dengan masyarakat pada pelaksanaan program-program pemerintah, ucapnya.

Sekdes Inggit mengharapkan bahwa program ini perlu ditindaklanjuti lebih mendalam ke tatanan teknis dan praktis. Supaya tidak kebingungan pada pengaplikasian materi-materi yang disampaikan, dan bisa dipraktekan langsung dalam pengolahan data digital termasuk penggunaan media-media yang selama ini hanya bisa dilihat saja tanpa ada kemampuan mengolah kembali.

Ke depannya, program workshop peningkatan kapasitas kelembagaan berbasis digital diharapkan bisa dilanjutkan melalui online learning melalui website https://tatapraja.com sebagaimana yang disampaikan oleh tim Abdimas, tutupnya. (Rilis)

News Feed