oleh

Kasus Asusila di Wisma Atlet Ditangani Pihak Berwajib

BANDUNG — Tindakan asusila sesama jenis antara oknum tenaga kesehatan (nakes) dengan pasien Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta belakangan menjadi buah bibir dan bahan pemberitaan.

Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo kasus tersebut telah ditangani pihak berwajib.

“Yang bersangkutan sudah diproses oleh tim gabungan di Wisma Atlet. Kebetulan di Wisma Atlet juga ada unsur kepolisian, jadi sudah ditangani,” ungkap Doni selepas menggelar rapat dengan Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Jawa Barat di Makodam III Siliwangi Kota Bandung, Senin (28/12/2020).

Baca Juga  SMSI, LBH dan Forum Pemred Siber Rapat Bersama Siapkan Rapimnas 2022

Meski demikian, dia mengatakan, penanganan belum dapat seluruhnya diberikan kepada pihak kepolisian karena pasien masih dinyatakan positif Covid-19. Oknum nakes tersebut juga masih berada dalam masa pemantauan terkait kemungkinan paparan Covid-19.

“Karena salah satu dari mereka masih ada yang positif Covid-19, sehingga belum bisa diserahkan seluruhnya ke aparat kepolisian, masih berada di Wisma Atlet,” ungkapnya.

Baca Juga  MUI Kota Bandung Tegaskan Vaksinasi saat Bulan Ramadan Tak Membatalkan Puasa

“Kalau dalam 1-2 hari ini sudah negatif,semuanya akan diserahkan,” lanjutnya.

Selain itu, Doni juga menegaskan pihaknya sangat menyesali tindak asusila yang dilakukan keduanya. Oleh karenanya, dia menyebut pengawasan di Wisma Atlet ke depannya akan diperketat.

“Kami sangat menyesali, sekali lagi saya ulangi, kami sangat menyesali perilaku seperti itu yang tidak mencerminkan budaya bangsa kita. Tentunya kami satgas dan manajemen Wisma Atlet akan meningkatkan sistem pengawasan terhadap aktivitas-aktivitas, baik pasien maupun nakes,” ungkapnya.

Baca Juga  Jajaran Polres Indramayu Polda Jabar Gelar Operasi Yustisi Cegah Covid-19

Beberapa hal yang akan dilakukan, dia menyebutkan, adalah peningkatan pengawasan kegiatan pasien maupun nakes melalui CCTV. Nantinya juga akan ada pembinaan rohani bagi para penguhuni wisma.

“Monitoring lewat CCTV akan kami benahi kembali, sehingga setiap gerak-gerik mencurigakan bisa diantisipasi. Juga perlu ada pembinaan rohani dari aspek keagamaan untuk mengingatkan kita semua agar senantiasa mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah digariskan agama kita masing-masing,” jelasnya.

 

Komentar

News Feed