INDRAMAYU–Sebanyak 5 tenaga kesehatan (nakes) pada salah satu puskesmas di Kabupaten Indramayu terkonfirmasi Covid-19.
Ke-5 nakes tersebut mendominasi 7 kasus baru yang terdeteksi di Kabupaten Indramayu, Jumat (28/8/2020).
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara menyebutkan, ke-5 nakes itu merupakan petugas Puskesmas Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis.
“Seluruhnya perempuan dengan rentang usia 38-53 tahun,” kata Deden yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu ini.
Mereka diketahui tak melakukan perjalanan kemana pun. Saat ini, para nakes itu tengah menjalani karantina mandiri.
Pihaknya sendiri masih mendata orang-orang yang berkontak erat dengan ke-5 nakes tersebut. Sementara, pelayanan pada puskemas bersangkutan ditutup sementara waktu.
“Puskesmas ditutup untuk disinfeksi, tapi Sabtu (29/8/2020) kembali buka,” ujarnya.
Selain nakes, pasien lain yang terkonfirmasi positif yakni seorang laki-laki yang berprofesi sebagai wiraswasta berusia 40 tahun. Pasien tersebut diketahui pulang ke Indramayu pada 17 Agustus 2020 dari Maluku.
Sebagai salah satu persyaratan kembali bekerja, pasien melakukan tes usap mandiri di RS Pertamina pada 26 Agustus. Namun, pada 27 Agustus 2020, yang bersangkutan dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.
“Pasien sudah masuk ke ruang isolasi RSUD Indramayu. Kami melakukan tracing terhadap 18 orang yang kontak erat dengannya,” terang Deden.
Sementara, seorang pasien lain berjenis kelamin laki-laki dengan usia 58 tahun. Pasien asal Kabupaten Indramayu itu sebelumnya masuk RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, pada 20 Agustus 2020 dengan keluhan sesak nafas selama 2 hari dan batuk.
Hasil tes usap pada 24 Agustus 2020 mengonfirmasi yang bersangkutan terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Dengan 7 kasus baru tersebut, otoritas penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu kini mencatat total 81 pasien positif. Dari jumlah itu, 6 pasien meninggal dunia, 23 masih dalam perawatan, dan 52 pasien pulih. (erika lia)











Komentar