Indramayu, KN
Ribuan jama’ah Al Hidayah di Desa Segeran, Kabupaten Indramayu, berkumpul di halaman kampus putih sambil membaca amalan Manaqib, Tawasul dzikir, Sholawat dan sebagian ada yang membaca surat Yasin Sifa. Selain amalan sunnah 10 Muharram, ada juga yang mengerjakan amalan sholat tasbih, Sabtu (29/8/2020).
Menurut Ketua Yayasan Alhidayah KH. Abas Assafah AD, mengatakan bahwa Bulan Muharram merupakan salah satu dari bulan yang dimuliakan (al-syharu al-hurum) oleh Allah SWT. Dengan kemuliaannya itu tentunya di dalamnya banyak fadhilah–fadhilah dan keutamaan yang tidak ada di dalam bulan lainnya. Selain doa awal dan akhir tahun, puasa, bersedekah dan shalat sunah, di dalamya ada keistimewaan yang lebih dari semua itu, yaitu adanya yaumul asyura atau hari ke-10 di bulan Muharram.
Di dalam bulan Muharram sendiri ada istilah yaumul asyri (hari sepuluh) dan ada istilah yaumul ‘asyir (hari kesepuluh). Dua kalimat tersebut walaupun mirip dan terbentuk dari akar kata yang sama tetapi memiliki maksud dan pengertian yang berbeda.
“Yaumul asyri artinya hari sepuluh yaitu hari mulai tanggal satu sampai tanggal sepuluh. Sedangakan yaumul asyir artinya hari kesepuluh atau hari pada saat itu tanggal 10 Muharram yang biasanya di sebut hari asyura. Sedangkan asyura sendiri berasal dari kata asyrun yang artinya sepuluh,” terang KH. Abas.

Dikatakannya, ada pendapat lain mengapa dinamakan asyura karena pada hari itu Allah SWT telah memuliakan sepuluh nabinya dengan sepuluh keistimewaan.
Bahwa nama asyura’ disematkan karena menjadi urutan ke-10 dari 10 keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada umat Nabi Muhammad Saw.
Sepuluh keistimewaan itu antara lain: 1. Bulan Rajab, 2. Bulan Sya’ban, 3. Bulan Ramadhan, 4. Malam lailatul qodar, 5. Hari Raya Idul Fitri, 6. Ayyamul asyr atau hari sepuluh, 7. Hari arofah, 8. Hari Raya Idul Adha, 9. Hari Jum’at, 10. Yaumul asyura’.
“Melihat beberapa keistimewaan dari puasa asyura’ di atas, sudah sepatutnya kita sebagai orang muslim yang beriman bisa melakukan apa yang sudah dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, walaupun secara hukum puasa tersebut termasuk kategori puasa sunnah,” terangnya.
“Selain memiliki keistimewaan, malam 10 Asyura juga memiliki makna dan sejarah untuk umat Muslim,”jelasnya.
(korankabarnusantara.co.id)











Komentar