oleh

“Soal Taman Air Mancur Mati Suri,” DPKP Kota Cimahi Beri Tanggapan

CIMAHI, – Taman air mancur Leuwigajah, yang dibangun di bunderan Jalan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Pembangunannya, menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanha Daerah (APBD) Kota Cimahi Rp. 850 Juta. Namun, sejak dibangun taman ai mancur itu operasinya bisa dihitung dengan jari, “alilas mati suri”. Mendapat tanggapan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Jumat (28/8/2020).

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) DPKP Kota Cimahi Febri Ratmoko yang didampingi Kepala Seksi Dekorasi dan Pertamanan Mira Nurmeita Gantini, mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat atas antusiasnya adanya taman air mancur Leuwigajah. “Sehingga, selama jarang di operasikannya taman air mancur itu sangat dirindukan oleh masyarakat. Artinya, masyarakat butuh suasana baru atau karena keberadaan taman air mancuir baru ada di Kota Cimahi,” ujarnya ketika di hubungi dikantornya.

Dikatakan Febri, adapun jarang di operasikan taman air mamcur itu, karena akibat adanya pademi Virus Corona atau Covid-19 yang beberapa bulan terahir ini teus melanda di Kota Cimahi. Selain itu juga ditambah lagi dengan berlakukanya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Jawa Barat dan Kota Cimahi. “Kalau taman air mancur itu di operasikan dipastikan masyatakat akan berkumpul untuk menonton. Karena, takut adanya penyebaran Covidi-19, DPKP memilih untuk sementara tidak di operasikan,” tutur Mira menimpali pembicaraan.

Selain itu, DPKP juga mendapat masukan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, bahwa bila taman air mancur dioperasikan karena banyaknya yang menonton berkurumun ditambah parkir kendaraan dibadan jalam, telah mengakibatkan kemacetan. “Padahal saat itu, sedang di berlakukan PSBB, maka untuk antisipasinya terjadi Kemacetan dan penyebaran Covid-19. Atas masukan Dishub, untuk sementara taman air mancur selama Covid-19 dihentikan,” tambah Febri.

Baca Juga  Rizal Khairul: Vaksinasi Tahap II Kota Bandung Tetap Dijalankan Sesuai Prokes

Lebih lanjut Febri menyatakan, meski tidak di operasikannya taman air mancur Leuwigajah ejak dibangun hinga selesai. Bukan berarti, adanya kerusakan peralatan teknis.“Seperti kompa penyedot penyembur air keatas, maupun peralatan lainnya termasuk listrik yang menyala warna -warni untuk menambah ke indahan taman air mancur. Akan tetapi, karena untuk menghindari adanya kerumunan warga, supaya terhindar dari penyebaran Virus Corona. Apalagi, Kota Cimahi masih zona oranye saat itu,” tambah Febri.

Sekarang ini, Kota Cimahi tengah berada dari Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) oleh Pemerintah Jawa Barat maupun Kota Cimahi. Taman air mancur itu juga, sudah mulai dioperasikan. Namun, tidak pul setiap hari seperti yang di Bundaran HI Jakarta. “Mengingat, biaya perawatannya cukup besar terutama listriknya. Taman air mancur ini, hanya dioperasikan malam minggu dan minggu malam. Itu juga, hanya 2 jam saja operasinya dari pukul 19 00 WIB hingg pukul 21 00 WIB. Begitu juga, kalau di operasikan siang atau sore itu hanya menguras untuk dibersihkan,” tutur Mira.

Baca Juga  Pemkab Purwakarta Gelar Musrenbang Perubahan RPJMD Dampak dari Pandemi Covid-19

Adapun tanggapan yang disampaikan DPKP Kota Cimahi, karena sebelumnya dikeluhkan dari sejumlah warga setempat. Mereka menyayangkan, sejak dibangun taman air mancur itu tidak pernah di oprasikan, alias keberadaannya bisa dikatakan “mati suri”. Padahal, pembangunannya mengghabiskan APBD Kota Cimahi tahun 2019 sebesar Rp. 850 Juta. Terkait, berita “mati suri taman air mancur ini”, sedianya Kepala DPKP yang sudah menjanjinkan akan memberikan tanggapan. Namun, sayang janji Kepala DPKP ini janji tinggal janji dan menyuruh bawahnnya. Kepala DPKP, kabarnya sedang ke Jakarta. (Yat/FORMASNEWS.COM)  

Komentar

News Feed