oleh

Kisah Selamat Korban Puting Beliung, Rumah Terangkat dan Terlempar

CIMENYAN, AYOBANDUNG.COM– Angin puting beliung di Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung memporak-porandakan ratusan rumah.
Salah satunya ada milik Ray yang berada di puncak sebuah bukit. Rumah semi permanen yang ditempati bersama istri dan anaknya tersebut hancur berkeping-keping disapu keganasan angin puting beliung pada Minggu (28/3/2021) sore.
Beberapa saat sebelum angin puting beliung menerjang, Ray sedang menyiram sayuran di kebun depan rumahnya.
“Tidak ada hujan atau angin awalnya, hanya cuaca mendung, awan tebal berada di atas,” ujar Ray kepada Ayobandung, Senin (29/3/2021).
Tiba-tiba mendengar suara bergemuruh di sebelah timur yang disertai suara pohon retak. Ray melihat asal suara tersebut yang ternyata berasal dari angin puting beliung menyapu pepohonan di bukit sebrang sebelah timur.
“Pas dilihat, anginnya menuju ke arah saya. Saya langsung lari ke dalam rumah kemudian mendekap anak dan istri,” ujarnya.
Beberapa puluh meter dari rumahnya, angin puting beliung berbelok ke arah utara dan kemudian menuju barat. Namun kemnbali lagi ke timur dan tiba ke rumah Ray.
Ray kemudian membawa anaknya yakni Novian dan istrinya yaitu Iyi.
“Saya peluk anak dan istri di bawah dipan tempat tidur,” ujarnya.
Pada saat itu, di rumah Ray ada 2 orang lain selain anak dan istrinya. Orang tersebut warga luar yang beberapa hari lalu menitipkan mobil di depan rumah Ray.
Dua orang suami istri tersebut hendak mengambil mobil, namun urung karena ada angin puting beliung dan berlindung di rumah semi permanen milik Ray.
“Saya dan anak istri di bawah dipan. Mereka di depan pintu,” katanya.
Angin puting beliung menyapu rumah Ray sampai terangkat dan menyisakan lantai dari semen.
“Semuanya terangkat, dipan juga terangkat. Rumah terlempar sampai sekitar 10 meter dan menimpa mobil mereka,” ujarnya.
Sementara pasangan pemilik mobil yang dipanggil Ray sebagai Abang, sempat terseret sejauh kira-kira 5 meter.
“Alhamdulillah selamat, si Abang dan istrinya juga selamat. Memang saat rumah terangkat saya sangat syok, suara gemuruh dan barang beterbangan di sekitar. Kejadiannya tidak lebih dari 2 menit,” katanya.
Sadar rumahnya terangkat, Ray kemudian membopong anak dan istrinya ke sebuah parit untuk berlindung.
“Rumah tinggal lantai. Saya langsung ke parit, soalnya gardu listrik meledak,” katanya.
Tidak lama berselang, angin puting beliung mereda dan menyisakan puing-puing rumah di sekitar lokasi kejadian. Walaupun kehilangan rumah, Ray mengaku masih bersyukur masih diberi keselamatan.
“Alhamdulillah saya dan keluarga tidak luka. Padahal kalau melihat kondisi rumah yang terangkat dan terlempar jauh, mungkin sudah harus celaka,” katanya.

Komentar

News Feed