BANDUNG – Di lokasi Pom bensin di Jalan Cijawura Buahbatu Kota Bandung, Sang petugas pengawasan di SPBU 344-0211 Cijawura Kota Bandung, Irsan (33) berharap agar masalah wabah virus corona segera berakhir. Ia menilai, adanya pandemi ini membuat hampir sebagian orang dibuat khawatir atas kesehatan masing-masing.
Terlebih, menurut Irsan, di SPBU adalah tempat umum yang siapa saja orang bisa melakukan transaksi membeli bahan bakar, entah itu bensin ataupun yang lainnya. “Alhamdulilah di sini kami terus menerapkan protokol kesehatan, menerapkan 3 M,” ujar Irsan kepada Wartawati BentarNews saat di temui di tempat kerjanya Kamis (29/10/2020) sore.
Meski, dalam fikirannya, tandas Irsan sering dihinggapi rasa was-was, karena kondisi kesehatan pengunjung tidak ia ketahui benar. Apa itu OTG atau ODP.
Untuk konsumen juga kami sediakan tempat cuci tangan dengan mengunakan sabun dan air mengalir, handsanitizer, untuk musola juga kami pakai jarak silang di lantai. “Setiap hari kami melaksanakan penyemprotan di sekitar SPBU dengan mengunakan disinfektan, juga ada jaga jarak terhadap pembeli bensin,” imbuh Irsan.
Lanjut Irsan, karyawan pun wajib mentaati protokol kesehatan yang ketat dari pimpinan dan sesuai anjuran dari pemerintah, agar penyebaran virus tidak terjadi di tempat kerja-nya. “Setiap mau masuk kerja dicek suhu pakai thermogun, selalu pakai hansanitizer. Juga di saat waktu kerja, semua karyawan menggunakan masker,” ucapnya.
Ditanya mengenai volume pengunjung pom bensin, di masa liburan panjang, dirinya mengatakan biasa-biasa saja dan tidak terjadi antrian. “Tidak terlalu banyak di sini, biasa-biasa saja karena ini bukan jalur utama tapi jalur biasa, akan tetapi kita tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Irsan.
Di luar itu, Irsan dan segenap 14 karyawan di SPBU tersebut meminta kepada pihak perusahaan agar ke depan nasibnya bisa lebih memiliki kesejahteraan khususnya upah bisa UMR. Kami juga di tekankan untuk target pendapatan lebih tinggi, tapi saat ini lagi Pandemi Covid, kami melakukan sesuai adanya saja pengunjung yang datang. “Walau upah di bawah UMR, Ya lumayan lah walau ga masuk standarisasi selalu kami syukuri. Karena upah kami di sesuaikan dari standar omset pendapatan per hari dari perusahaan,” keluhnya. (Imas/ay/BentarNews.com)











Komentar