TASIK — Siapa yang tak kenal Kupat Tahu Mangunreja. Makanan legendaris ini bisa ditemukan di jalan raya Tasikmalaya – Garut KM 2 tepatnya di Desa Toblongan, Kecamatan Mangunreja.
Kupat Tahu Mangunreja sudah eksis tahun 1955.
Kala itu, dijual dengan cara dipikul berkeliling kampung oleh sepasang suami istri Usman dan Oci. Dua sejoli ini, berkeliling hingga perbatasan kecamatan setiap hari hingga nama Kupat Tahu Mangunreja pun terkenal luas.
Generasi selanjutnya yang meneruskan usaha Kupat Tahu Mangunreja yakni Maman dan Tirah di tahun 1980-an. Meski berganti tangan pengelola, namun cita rasa tetap terjaga. Rahasis bumbu hingga pengolahan tetap berasal turun terumun.
Saat ini, pengelola Kupat Tahu Mangunreja dipegang oleh generasi ketiga yakni Lala Nurlaela.
Kupat Tahu Mangunreja semakin diminati karena mempunyai cita rasa berbeda. Rempah-rempah bahan dasar bumbu pun dipilih kualitas bagus seperti bawang daun, kacang tanah, parutan kelapa, cabe, garam, gula aren, asem dan santan.
Namun ada perbedaan dalam pengelolaan kacang tanah. Untuk menghaluskan, kacang tanah tidak diblender melainkan ditumbuk setengah halus. Pengolahan bumbu kacang ini pun memakan waktu 3 jam.
“Mulai cara memasak kupat dan bambu itu turun temurun. Saya generasi ketiga tidak berubah cita raja sedikitpun karena masih memegang kualitas,” ujar Lala, Sabtu (31/10/2020).
Dia menambahkan, untuk mengembangkan usaha dan menampung para pembeli yang datang, pihakya membuka kios kupat tahu mangunreja baru yang berjarak kurang dari 20 meter dari lokasi penjualan yang lama.
“Jadi kita untuk menampung pembeli, kadang kalau weekend sering penuh. Makanya kita buka warung yang satu lagi,” ujar Lala.











Komentar