oleh

Jerman Dan Korea Selatan Tertarik Kelola Sampah di Subang

SUBANG- Dua negara Korea dan Jerman menyatakan ketertarikannya dalam kerjasama mengelola sampah di Kabupaten Subang. Saat ini Pemkab Subang masih merumuskan tata cara kerjasamanya.

“Kita masih merumuskan bagaimana cara kerjasamanya dengan investor. Kita berkeinginan supaya masalah sampah bisa terselesaikan bisa memiliki nilai tambah. Terlebih diharapkan bisa menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah),” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, Dito Sudrajat, Selasa (19/1).

Untuk itu, kata dia, pemkab Subang masih berkonsultasi tterkait  aturan dan kemampuan daerah. “Supaya tidak menimbulkan masalah terlebih masalah hukum. Makanya kita berkonsultasi dengan bagian terkait,” katanya.

 Dito menjelaskan, potensi sampah di Subang ialah 370 ribu ton per tahun dan akan makin bertambah seiring dengan perkembangan penduduk. “Berbanding lurus dengan perkembangan penduduk,” katanya.

Baca Juga  Menikmati Keuntungan dari Produksi Sendiri

Pengelolaannya selama ini masih sebatas kumpul, angkut dan buang. Kedepannya, kata dia,  ada perubahan struktur kedinasan di Bidang Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Limbah B3 akan ada Seksi Penanganan dan Seksi Pengurangan.

“Seksi Penanganan itu akan menangani segala hal yang ditangani oleh pemerintah dari mulai pengumpulan, pengangkutan dan pengolahan. Kemudian Seksi Pengurangan dilakukan bersama masyarakat contohnya akan menyusun Peraturan Bupati utuk pengurangan sampah. “Misalnya nanti kalau rapat kita tidak akan ada makanan kecil yang dikemas. Diselenggarakan parasmanan. Kemudian yang belanja juga dikurangi penggunaan kantong keresek,” jelasnya.[satriya]

Komentar

News Feed