oleh

Farhan Usulkan Perusahaan Yang Terapkan Vaksinasi Mandiri Diberi Insentif

BANDUNG – Anggota DPR RI dari fraksi NasDem, Muhammad Farhan menekankan para pengusaha harus mempercepat penyelenggaraan vaksinasi secara mandiri. Menurutnya, langkah itu menjadi bentuk proaktif terhadap upaya percepatan menanganan pandemi Covid-19.

 

“WNI yang mampu secara ekonomi dan masuk ke dalam kelompok yang bisa divaksin, maka bisa melaksanakan tanpa menunggu giliran,” tutur Farhan dalam keterangan, Sabtu (23/1).

 

Baca Juga  Selain Edukasi Prokes, Satlantas Cimahi Bagikan Nasi Kotak Kepada Pengguna Jalan

Mantan presenter ini memastikan Presiden Jokowi dan DPR sudah satu suara dan bertekad untuk distribusi vaksin bagi perusahaan hingga diterima karyawan secara gratis.

 

“Bahwa vaksin ini diberikan secara cuma-cuma kepada semua WNI. Ini adalah wujud kehadiran negara bagi warganya,” ungkap Farhan.

Lebih lanjut ia juga menilai, peran perusahaan di Indonesia dalam melaksanakan vaksinasi bagi karyawan dinilai sangat membantu mempercepat dan meminimalisir hambatan distribusi vaksin.

Baca Juga  Ulama 212 Apresiasi KSAD Dudung Fokus Bangun Kecintaan Rakyat terhadap TNI

Di sisi lain, Farhan mengakui memberikan vaksin secara merata tidak mudah, ada pekerjaan besar yang menyertai tekad ini.

 

“Upaya ini tentu memberi beban yang tidak ringan bagi negara, baik secara anggaran maupun operasional. Bayangkan bagaimana caranya vaksinasi 70 persen populasi Indonesia secara cepat?” katanya.

 

Oleh karena itu, Farhan pun mendorong para pengusaha untuk membuat skema vaksinasi yang memudahkan karyawan. Namun ia meminta agar regulasi yang ketat tetap harus diperhatikan.

Baca Juga  Jajaran Polresta Bandung Bagikan Masker Guna Cegah Penyebaran Covid-19

 

Tak cuma mendorong pengusaha membuat skema vaksinasi, Farhan juga meminta Pemerintah memberikan insentif kepada perusahaan yang menyelenggarakan vaksinasi mandiri.

 

“Kewajibannya adalah vaksinasi, skema mandiri atau menunggu jadwal dari pemerintah adalah pilihan. Tapi sebaiknya ada insentif jika ada perusahaan yang terapkan infeksi mandiri,” tandas dia.(nuryati/inilahnews.com)

Komentar

News Feed