KAB. BANDUNG,- Pemerintah Desa (Pemdes) Tegalluar Kec. Bojongsoang Kabupaten Bandung selalu mendukung dan apresiasi kinerja Satgas Citarum Harum.
Apresiasi dan dukungan itu dikemukakan Aang Saiful Rohim, Sekretaris Desa Tegalluar saat ditemui indoartnews.com di kantornya, beberapa waktu lalu.
Aang menegaskan, Pemdes dan Satgas Citarum Harum, khususnya Sektor 21 Subsektor 3 Cipamokolan selalu terjalin kerja sama sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)nya.
“Artinya, kata Aang, jika ada yang perlu dibahas, kami selalu kumpul-kumpul dengan Serka Hamdani dkk. Demikian pula jika Satgas Citarum ada kegiatan warga tanpa diminta pun pro aktif. Untuk itu, kami selalu mendukung tugas Satgas juga segenap warga”.
Ia menyebutkan, Desa Tegalluar memiliki 14 RW dengan 3 Kepala Dusun (Kadus) masing-masing Kadus 1, 2 dan 3. Ini artinya setiap wilayah selalu melibatkan Kadus untuk membantu Satgas Citarum Harum.
“Kita instruksikan semua lapisan masyarakat termasuk RT-RW sama-sama komit untuk menyukseskan program Citarum Harum, khususnya dalam memupuk kesadaran bahwa kebersihan sungai dan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Menurut Aang, 3 tahun lalu banyak warga yang membuang sampah ke sungai. Namun, sejak ada Satgas muncul kesadaran masyarakat tumbuh semakin baik guna menjaga kebersihan yang berpadu dengan program Kabupaten/Kota di Jawa Barat dengan menyiapkan tempat-tempat pembuangan sampah. Artinya, ada keselarasan antara kegiatan pemerintah untuk Citarum Harum.
Ia menilai kolaborasi masyarakat dengan Satgas sudah bagus. Satgas Citarum Harum amat apik. Namun yang namanya sampah ternyata banyak juga sampah kiriman dari hulu dan untuk itu selain Satgas Citarum Harum juga perlu pengawasnya termasuk anak-anak sungainya.
“Di tiap RW kita dibuatkan bak sampah. Masyarakat sudah tertib. Cuma itu tadi sampah kiriman dari kota ke sungai di wilayah kita. Jika musim hujan tinggi, sungainya meluap hingga sampah mandeg di bawah jembatan, ” ucap Aang.
Disebutkannya, di bantaran sungai Cipamokolan sedang dibuka akses jalan oleh Satgas yang menjadi jalan pintas ke perumahan. Mungkin jalan itu kelak menjadi penghubung desa Tegalluar dan desa Buahbatu dan di area ini banyak petani. “Manfaatnya banyak sekali, khususnya bagi lalulintas petani dan lalu lintas umum,” tukasnya.
Ia pun berharap ada tindaklanjut antara lain jalan diperbagus dan ada pemeliharaan dari instansi terkait seperti BBWS dan PUPR. “Semoga nantinya ada pemeliharaan yang berkesinambungan. Jangan sampai sekian tahun ke depan jalan hancur lagi,” pungkas Aang Saiful Rohim. (Ken Zanindha/indoartnews.com)











Komentar