oleh

Minim Perlindungan, TKI Asal KBB Ditipu Agen Lalu Jadi Buruh Sawit Dengan Upah Tak Layak

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM — Kabar muram nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri seperti terus terulang. Minimnya perlindungan terhadap mereka membuat TKI rentan diperlukan tidak adil, mulai dari gaji yang tak layak hingga jadi sasaran kekerasan.

Terbaru, seorang TKI asal Kampung Gamlok RT 06 RW 07 Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bernama Endik Sopandi (44) terlantar di Malaysia.

Endik ditipu agen penyalur TKI. Ia harus membayar uang Rp6 juta agar bisa kerja di Negeri Jiran. Setelah uang itu lunas Endik tetap harus menyisihkan 36 ringgit dari gajinya untuk sang agen. Agar tetap patuh dokumen surat izin kerja atau bukti kependudukan berupa pasport milik Endik ditahan sang agen.

Tak tahan dengan peristiwa yang menimpa dirinya, Endik meminta pertolongan Pemerintah Indonesia dengan merekam sebuah video melalui akun Facebooknya. Di video itu, Endik mengaku saat ini kondisinya sedang sakit-sakitan dan hanya bertahan hidup mengandalkan bantuan dari rekan-rekan yang perduli.

Baca Juga  Alternatif Media PJJ Bagi Siswa, Pemkot Bandung Hadirkan IBB TV Bandung132

“Sekarang saya sudah tidak bekerja karena terserang penyakit asma, muntah darah setiap hari, hutang saya sudah banyak. Semoga aparat pemerintah Indonesia bisa menolong, saya ingin pulang, tolong pulangkan saya, tidak punya biaya, hanya punya kartu keluarga dan KTP,” kata Endik dalam video tersebut sembari menahan sakit.

Endik berangkat ke Malaysia tahun 2015. Saat itu, agen menjanjikan dirinya bakal menerima gaji sebesar 3.000 Ringgit sebagai supir di tempat pencucian mobil di Langkawi.

Endik hanya bertahan kerja selama 1,5 tahun di tempat itu lantaran hanya diberi jatah makan satu kali sehari, itu pun hanya bihun, bukan nasi. Bahkan, gaji yang diterima tidak sesuai kesepakatan sebab perusahaan hanya memberi upah sesuai pendapatan yang diterima.

Baca Juga  Warga Desa Rabeka Tidak Kesulitan Air Bersih Lagi, Berkat Pompa Air Tenaga Surya Buah Karya Len.........!

Cobaan lebih berat menimpa Endik, ia ditagih oleh agen yang sudah memberangkatkan dia ke Malaysia sebesar 3800 ringgit atau sekitar Rp 12 juta. Akhirnya, ia nekat kabur dari tempatnya bekerja.

“Saya tak tahu arah tujuan, ke terminal bus, ada yang ngasih tahu saya ke Johor, dengan bekal 80 Ringgit naik taksi ke kedutaan Indonesia. Setelah sampai di kedutaan, saya enggak sanggup lapor karena takut,” ujarnya.

Di sekitar kedutaan, Endik bertemu dengan WNI asal Jawa dan mengajaknya bekerja sebagai buruh perkebunan kelapa sawit di Pahang. Alih-alih mendapat upah untuk keluarganya di Indonesia, selama 4,5 tahun bekerja di Pahang ia malah lebih sering jatuh sakit karena menjalani pekerjaan lebih berat.

Baca Juga  Polres Ciamis Polda Jabar Tak Bosan Beri Sosialisasi Dan Edukasi 3M Kepada Warga

Gajih di perkebunan sawit tergantung pendapatan. Upah petik hanya 27 ringit atau sekitar Rp90 ribu per 1 ton.

“Selama empat bulan saya pernah tidak bekerja sama sekali, sekarang sudah banyak hutang untuk makan dan segala rupa. Saya sering sakit-sakitan, tulang kejepit, asma, muntah darah. Semoga ada yang mau menolong saya,” lanjutnya.

Wawang Supriatin, 53, istri Endik Sopandi mengharapkan suaminya bisa pulang dalam keadaan sehat dan bertemu keluarga. Sejak Endik berangkat ke Malaysia, dia mengaku, Endik hanya sesekali mengirim uang karena kehidupannya pun cukup sulit di sana.

“Masih sering komunikasi sama bapak, pinjam handphone punya tetangga soalnya saya enggak punya (hp). Mudah-mudahan ada yang menolong suami, untuk biaya kan kami enggak punya, pengen ketemu lagi sama keluarga,” kata Wawang di rumahnya.

News Feed