oleh

Ini Bubur Biasa Malam Gunung Sabeulah yang Viral Gegara Didenda Rp5 Juta

TAWANG, AYOTASIK.COM – – Bubur ayam merupakan salah satu jenis makanan dari Indonesia. Bubur adalah beras yang dimasak dengan air yang banyak sehingga memiliki tekstur yang lembut dan berair. Bubur biasanya disajikan dalam suhu panas atau hangat. Sebagai topingnya, bubur biasanya dilengkapi dengan kerupuk, tongcai, goreng kacang kedelai, bawang daun, bawang goreng, cakwe, dan irisan daging.

Beberapa hari terakhir ini, bubur menjadi viral di Kota Tasikmalaya. Hal itu lantaran pedagangnya disanksi tindak pidana ringan karena melanggar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Pedagangnya pun dijatuhi vonis denda sebesar Rp5 juta oleh Pengadilan Negeri Kota Tasikmalaya.

Bubur yang viral tersebut adalah Bubur biasa malam, yang berlokasi di Simpang 4 Jalan Gunung Sabeulah, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Pedagang bubur ayam biasa malam, Sawa Hidayat (28) menjadi terdakwa dalam sidang tipiring yang digelar secara virtual dan dijatuhi vonis denda sebesar Rp5 juta oleh majlis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Tasikmalaya, Selasa, 6 Juli 2021.

Baca Juga  Sat Polair Polres Indramayu, BPBD dan Tagana Evakuasi Korban Bencana Alam Banjir Desa Tumaritis dan Wanakaya

Ayotasik.com berkesempatan berbincang dengan Sawa ditempatnya berjualan seusai menjalani persidangan. Menurutnya, bubur ayam biasa malam mulai buka pukul 17.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Orang yang kali pertama jualan bubur biasa malam adalah almarhum Wa Engkos yang kemudian dilanjutkan oleh anak-anaknya secara bergiliran.

“Kata saudara saya sih sudah puluhan tahun bubur biasa malam ini. Saya jualan bubur ayam biasa malam sudah 7 tahun. Awalnya berjualan di atas jembatan Jalan Mitrabatik kemudian tahun 2010 pindah ke Simpang 4 Jalan Gunung Sabeulah,” ujar Sawa.

Ia menuturkan, bubur yang dijualnya hampir sama dengan bubur yang dijual orang lain. Topingnya tidak jauh berbeda dengan bubur ayam lainnya, seperti ada cakwe, ati ampela, suwir daging ayam, tongcay, daung bawang, goreng bawang merah, dan kerupuk atau emping.

Baca Juga  Warga Binaan Lapas Kelas IIB Garut Mendukung Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK &WBBM

“Kata pelanggan sih suasana enak makan di tempat ketimbang di bawa pulang. Untuk satu porsi bubur ayam biasa malam harganya mulai dari Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Sedangkan untuk setengah porsi Rp8 ribu,” ucapnya.

Dalam semalam, pria 28 tahun tersebut mengaku membuat bubur bisa sampai 10 kilogram hingga 12 kilogram beras. Para pelanggannya ada yang dari Ciamis, Singaparna, Ciawi, Garut, bahkan artis ibu kota seperti Edi Brokoli dan almarhum  Aria Baron pun sempat menikmati bubur ayam biasa malam.

“Banyak artis dan pemain band ibu kota juga yang pernah makan bubur di sini. Seperti Edi Brokoli,” kata dia.

Disinggung soal sebutan lain bagi bubur biasa malam yakni bubur dugem, Sawa mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, dari cerita dari saudara dan orang-orang kenapa disebut bubur dugem lantaran banyak pembeli yang baru pulang hiburan atau pulang dari kafe-kafe.

Baca Juga  Patroli Gabungan Fungsi Cara Efektif Laksanakan Ops Yustisi Polres Cirebon Kota Secara Mobile

“Kata orang sih dulu banyak yang beli usai dugem,” ungkapnya.

Salah seorang pembeli, Hendra warga Ciamis mengatakan, kalau malam-malam merasa lapar dirinya suka datang ke bubur biasa malam. Rasanya gak jauh beda dengan bubur lainnya, tapi di sini tempatnya strategis dan sehingga mudah dijangkau.

“Rasanya enak. Buburnya juga gak terlalu encer dan topingnya juga banyak,” ujar Hendra.

Ia menyayangkan saat ini tidak bisa makan di tempat karena memang sedang PPKM Darurat, sehingga terpaksa harus dibungkus. “Iya sempat dengar kena denda Rp5 juta karena melayani pembeli yang makan di tempat,” ucapnya.

News Feed