oleh

Ngatiyanan Tinjau TPU Kihapit, Sambil Berikan Sembako dan APD Kepetugas Makam

CIMAHI, FORMASNEWS.COM- Plt. Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan rombongan, melakukan peninjauan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kihapit yang dijadikan sebagai pemakaman khusus Covid-19, di Kelurahan Leuwigajah Cimah Selatan Kota Cimahi, Rabu (28/7/2021).

Dalam peninjauannya, Ngatiyana memberikan bantuan berupa sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada 8 orang Petugas penggali kuburan di TPU Covid-19. Peninjauan Ngatiyana ke TPU Kihapit ini, merupakan kali kedua setelah sebelum peninjauan pertama pada 13 Juli 2021 lalu.

Menurut Ngatiyana dalam kurun waktu selama 15 hari sejak peninjauan yang pertama sudah dimakamkan sebanyak 61 korban Covid-19 yang jika dirata -rata perharinya ada 4 jenazah korban Covid 19 yang dimakamkan di TPU Kihapit Kelurahan Leuwigajah .

“TPU Kihapit ini, dialokasikan untuk 170 orang jenazah korban Covid-19, dan sekarang sudah terpakai 61 orang. Jadi masih ada sekitar seratus lebih. Dalam waktu kurun 25- 30 hari, setelah melihat banyak yang terpapar saat ini bisa saja menambah lagi korban Covid-19. Tapi mudah- mudahan tidak ada menambahan lagi,” tutur Ngatiyana.

Baca Juga  Alhamdulillah,89 Ribu Nakes Jabar Telah Divaksin

Dikatakan Ngatiyana, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jabar dan Jabar Quick Respon, termasuk Rumah Yatim yang memberikan bantuan Swab antigen kepada tukang gali termasuk tukang usung, tukang pikul pemakaman di TPU khusus Covid-19 Kihapit.

Kota Cimahi meskipun, saat ini masih berada di zona merah, tetapi ada perbaikan kondisi perkembangan banyak yang sembuh dari Covid-19, daripada pertambahan jumlah yang terpapar Covid-19.

Baca Juga  Kaleidoskop 2020: Proaktif, Komitmen Pemda Provinsi Jabar Berantas COVID-19

“Kondisi itu, dilihat dari perkembangan BOR (Bed Occupancy Rate) Kota Cimahi yang terus menurun yang semula berada di angka 93,63 turun menjadi 89,43, terus ke 83 terus turun lagi hingga sekarang menjadi 53,24. Artinya penggunaan tempat tidur di Rumah sakit rujukan Covid-19, sudah menurun karena banyak yang sembuh,” tegas Ngatiyana. (Dadan Sambas)

News Feed