oleh

Mahasiswa Karawang Menduga Pemkab Lalai dan Gagal dalam Penanganan Infrastruktur Pendidikan

koordinator lapangan (KORLAP) aksi Gerakan Mahasiswa Karawang (GEMAK), Ravhi Alfanira mengatakan bahwa Ia menduga pemerintah kabupaten Karawang telah lalai dan gagal dalam bidang pendidikan khusus nya mengenai kelayakan bangunan sekolah yang mana sebagai sarana yang vital untuk kelangsungan pendidikan di lingkungan masyarakat yang kemudian banyak temuan bangunan-bangunan sekolah yang tidak layak pakai di beberapa kecamatan di kabupaten karawang, Seharunya dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang besar masalah pendidikan bisa teratasi.

“saya menduga pemerintah karawang dalam hal ini Cellica-Aep telah lalai dalam bidang pendidikan sala satu nya kita bisa lihat dalam beberapa sarana sekolah yang fasilitasnya kurang layak dijadikan tempat sarana pendidikan di beberapa tempat di karawang apalagi APBD Karawang yang begitu harusnya cukup untuk jadi perhatian penuh pada pendidikan sehingga tidak terjadi masalah-masalah seperti itu” Ujar Ravhi

Ravhi Alfanira yang juga menjabat Ketua BEM FH UBP Karawang menganggap bahwa stateman wakil presiden RI KH. Maaruf Amin yang menyebutkan bahwa karawang masuk dalam 5 besar kab/kota dengan kemiskinan ekstrim di provinsi jawa barat adalah hal yang benar berdasarkan ukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Yang menjadi salah satu indikator kemiskinan adalah bidang pendidikan yaitu kesenjangan pendidikan.

Baca Juga  Ini Cara Komunitas di Tasik Protes Kebijakan Pemerintah

“saya anggap bahwa statmen pak Wapres waktu itu adalah benar jika kita melihat dari IPM kan salah satu indikator nya adalah pendidikan adalah hal yang penting untuk pembangunan ekonomi dengan ukuran tidak ada lagi kesenjangan pendidikan kalo ada berarti wajar karawang disebut miskin ekstrim” Ungkap Ravhi

Ravhi juga menambahkan bahwa pendidikan di kabupaten karawang pun menjadi hal yang diabaikan karena Permasalah Beasiswa Karawang cerdas (KACER) yang menjadi point aksi Gemak saat itu diabaikan oleh pemerintah karawang tanpa mengevaluasi berjalannya program tersebut Ia juga menyebut bahwa data peserta penerima Beasiswa KACER tahun 2020 tidak dipublish sehingga Pihaknya Gemak masih mempertanyakan hal itu dan ingin melanjutkan aksi jilid 2 sebelum program beasiswa kacer dilanjutkan

Baca Juga  Pelantikan Pengurus DPC dan PAC Forum Konunikasi Kaderisasi Generasi Demokrat  (FKKGD ) Kabupten Karawang

“Hak pendidikan kita di karawang diduga telah dilalaikan pemerintah sampai pada beasiswa KACER itu point tuntutan kita sampai hari ini belum ada jawaban sekaligus mengevaluasi diri bahkan data penerima peserta kacer tahun 2020 juga tidak dipublish ini kan masalah makanya kami juga di GEMAK akan mengadakan aksi lanjutan untuk menuntut pemerintah segera selesaikan masalah masalah itu sebelum program itu dimulai lagi” Tambahnya. (rls)

News Feed