oleh

DPRD Dorong Pemkot Bandung Bangun Tempat Pengelolaan Sampah Mandiri

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung didorong untuk memiliki tempat pengelolaan sampah akhir sendiri. Hal itu penting demi mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah imbas terganggunnya TPA Sarimukti seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Saya sudah sering menyampaikan bahwa Kota Bandung harus mandiri dalam pengelolaan sampah dari mulai hulu sampai dengan hilir, termasuk juga dengan pengelolaan sampah di tingkat akhir,” kata Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga, Senin (15/11/2021).

Menurut Awang memiliki tempat pengelolaan akhiri sampah mandiri itu penting. Sehingga Kota Bandung tidak terlalu bergantung ke TPA Sarimukti.

Baca Juga  Bahas Revisi RTRW Provinsi Jawa Barat, Pansus VI DPRD Jabar Konsultasi Ke Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Direktorat Jendral Tata Ruang

“Kejadian Bandung Lautan Sampah dapat kembali terjadi akibat bergantungnya kita terhadap TPA yang berada di daerah lain, sehingga Ketika terjadi permasalahan, tidak banyak yang bisa kita perbuat. Seperti yang pernah terjadi pada saat terjadinya masalah di TPA Leuwigajah dan juga seperti yang terjadi saat ini dengan adanya masalah teknis di TPA Sarimukti,” ungkapnya.

Awang menilai, Kota Bandung perlu merealisasikan pembangunan pengolahan sampah berbasis terknologi. Sehingga pengelolaan sampah di Kota Bandung tidak terganggu dan lebih ramah lingkungan.

Hal ini juga sejalan dengan Perpres 18 Tahun 2016 tentang percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah dan juga Perda 14 Tahun 2010 pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.

Baca Juga  Terapkan Prokes Ketat, SBH Hadiri Halal Bihalal ICMI dan KAHMI Kota Cirebon

“Dengan semakin majunya teknologi kekhawatiran terkait dengan buangan dan dampak buruk lainnya akan bisa teratasi dan sudah banyak contoh TPA berbasis teknologi di negara yang sudah jauh berkembang, berjalan dengan aman dan lancar,” jelasnya.

“Maka saya menilai bahwa saat ini teknologi bukan lagi menjadi permasalahan yang perlu didebatkan, maka yang jadi masalah utama saat ini adalah kemauan dan kemampuan Pemkot untuk segera mempersiapkan dan mewujudkan Kota Bandung yang mandiri dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.

Baca Juga  Agar Bisa Sinergi Dinsos Akan Bekerjasama dengan Dinas Kominfo

Awang menambahkan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan sampah, khususnya di pengelolaan sampah di sumber atau hulu. Selain pengelolaan di tingkat akhir, Kang Awang mengajak masyarakat untuk berkolaborasi membantu melakukan pengelolaan sampah di hilir dengan melakukan 3R (Reduce, Recycle dan Re Use).

Awang juga menyebut, bahwa upaya Pemkot Bandung untuk menggalakkan dan mesosialisasikan 3R belum memiliki dampak signifikan.

“Perlu dikaji dan dievaluasi kembali cara pemeirntah melakukan sosialisasi agar lebih mengena di masyarakat,” ujarnya.

(Terasjabar.co)

News Feed