RILIS – Pada hari Selasa, 16 November 2021, KKN Unsika yang berjudul “PKm Pembinaan Jejaring Pasar Produk Sayuran Petani Kota di Desa Sirnabaya Kec. Telukjambe Timur Kab. Karawang” telah melaksanakan program inti yaitu, penyuluhan mengenai pemasaran dan packaging produk pertanian di Aula Kantor Desa Sirnabaya Telukjambe Timur.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara offline tetap dengan mengikuti protokol kesehatan. Pada kegiatan ini mahasiswa KKN 168 menghadirkan beberapa tamu undangan yaitu Bapak Dr. Muhammad Syafi’i, SP., MP., selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN, pemateri dari pihak Amatta Farm, perwakilan dari Kepala Desa Sirnabaya, dan Para Petani di Desa Sirnabaya. Adapun tujuan dari KKN mengangkat produk petani untuk bekerjasama dengan Amatta Farm yang merupakan sebuah merek dagang yang terdaftar dibawah CV. Mulyana Reksa Tani.
Dalam kegiatan penyuluhan ini memaparkan mengenai hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan untuk dapat menambah daya tarik dan nilai jual, sehingga produk di pasarkan ke pihak restoran ataupun supermarket. Adapun keluhan yang di sampaikan oleh salah satu petani saat penyampaian sambutan saat kegiatan ini yakni mengenai lahan yang sekarang menjadi lahan pertanian tersebut, berasal dari lahan tidur milik Yayasan Peruri, dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar yang pensiunan, inisiatif untuk mengelola tanah tersebut agar menjadi lahan yang lebih bermanfaat sebelum pihak yayasan mengambil kembali haknya.
“Tujuan dijadikan lahan pertanian yang seluas kurang lebih 9 hektar berasal dari lahan tidur tersebut yaitu agar lahan tersebut berharap dapat menjadi sistem pengendalian lahan pangan, jika untuk penjualan itu hanya sebagian”, ucap Pak Yudhi selaku penanggungjawab lahan saat sambutan dalam kegiatan penyuluhan.
Menurutnya, sebelum lahan ini digunakan oleh pemiliknya, maka dilakukan pemanfaatan lahan untuk kebutuhan masyarakat sekitar sehingga menanam bahan pangan. Dapat di lihat bahwa di wilayah Telukjambe Timur ini tanah pertanian dan sawah sudah mulai banyak yang terkikis karena beberapa pembangunan. Masyarakat sekitar yang mengelola lahan tersebut berharap untuk mendapatkan pembinaan dari dinas pertanian dalam mewujudkan proses pemanfaatan lahan pertanian untuk penanaman. Terlihat dari ungkapan salah satu masyarakat sekitar, “Dalam pelaksanaannya beberapa lahan banyak yang terlihat gagal karena kurangnya pembinaan dari dinas pertanian”, Pak Atmo.
Potensi sayuran di lahan sekitar 9 hektar ini menurut Amatta Farm cukup besar jika dikelola dengan baik dan benar serta disertai bimbingan dari pihak dinas pertanian. Amatta Farm menyampaikan bahwa kemasan dapat meningkatkan ketertarikan dan menaikkan harga jual sebuah produk. Tak hanya pemberian materi, KKN 168 pun membagikan benih sayuran kepada peserta penyuluhan, berharap dapat bermanfaat untuk mereka. (rls)










