oleh

Pemkot Bandung Gencarkan Urban Farming

BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) tengah menggencarkan pendampingan dan perintisan lahan untuk bercocok tanam secara terintegrasi di berbagai wilayah di Kota Bandung.

Program yang dinamai Buruan Sae tersebut menargetkan kewilayahan hingga tingkat RW untuk memiliki sumber pasokan pangannya masing-masing meski dalam skala kecil.

Kepala Dispangtan Kota Bandung Gingin Ginanjar mengatakan, salah satu hal yang mendasari digencarkannya program tersebut adalah tingginya ketergantungan Kota Bandung terhadap pasokan pangan dari daerah lain. Hampir 96% pangan Kota Bandung mulai dari beras, daging ayam, ikan, buah hingga sayur-sayuran didapat dari luar daerah.

Baca Juga  Dapat Tambahan Modal dari Pemprov Banten, Ini Komitmen Bank bjb

“Bisa dibayangkan bila suatu saat pasokan distribusi terganggu akan seperti apa. Terutama di masa pandemi seperti ini dimana setiap daerah juga sedang mengamankan pasokan untuk daerah masing-masing,” ungkap Gingin, Kamis (2/10/2020).

Sehingga, ia mengatakan, Kota Bandung perlu membangun basis ketahanan pangan yang dapat dimulai dari tingkat wilayah terkecil. Di Buruan Sae, warga dalam satu RW dibina untuk mengelola lahan yang bisa menghasilkan sayur-sayuran, ikan, tanaman obat keluarga hingga bahan lainnya untuk memenuhi keperluan sehari-hari warga setempat.

Baca Juga  Wagub Uu Ruzhanul Ajak Masyarakat Sosialisasikan Vaksinasi di Media Sosial

“Konsep awalnya dari kelompok-kelompok urban farming yang telah berkembang sebelumnya. Awalnya kan hanya budidaya sayuran saja, sekarang ingin mengintegrasikan buah-buahan, ikan ternak hingga pengelolaan sampah organik untuk kompos,” ungkapnya.

Lebih jauh, setiap kelompok tani pengelola Buruan Sae di wilayah masing-masing juga didorong untuk dapat mengelola bahan pangan untuk menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis lebih. Saat ini, setidaknya sudah terdapat 7 lahan Buruan Sae yang telah diresmikan Pemkot Bandung. (ayobandung.com)

Komentar

News Feed