BANDUNG–Pemerintah Kabupaten Bandung kekurangan mobil tanki pengangkut air untuk menyalurkan air bersih ke wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan, saat ini jumlah mobil tanki air bersih yang dimiliki hanya 7 unit. Itu pun bukan milik BPBD.
“Sebagian milik Disperkimtan dan PDAM Kertaraharja. Jika melihat daerah rawan kekeringan dan air bersih, jelas sangat kurang,” tutur Akhmad, Kamis (30/7/2020).
Dari 31 kecamatan, 28 diantaranya merupakan daerah rawan kekeringan dan air bersih. Bahkan, setiap musim kemarau, BPBD bisa menerima ratusan permintaan suplai air bersih.
“Berkaca dari tahun lalu, setiap hari lebih dari 500 permintaan penyaluran air bersih,” ujarnya.
Dengan mobil tanki air yang hanya 7 unit, menyebabkan distribusi bantuan air bersih terhambat. Idealnya kata Akhmad, paling tidak terdapat satu unit mobil tangki air di tiap kecamatan.
“Kami sedang mengupayakan pipanisasi dan pembuatan sumur dangkal dari Disperkimtan, supaya daerah rawan air bersih terus berkurang, sehingga beban menjadi lebih ringan,” tutupnya.(Mildan Abdalloh/Ayobandung.com)











Komentar