oleh

23 Pasien Kasus Probabel Covid-19 Kota Bandung Meninggal Dunia

BANDUNG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat angka kematian pada kasus meninggal dunia pada kelompok probabel.

Kepala Dinkes Kota Bandung Rita Verita mengatakan, hingga 13 Oktober 2020, terdapat total 23 orang dalam kasus probabel Covid-19 yang meninggal dunia. Sementara total jumlah kasus probabel sendiri sejak awal kemunculan Covid-19 di Kota Bandung hingga kemarin mencapai 173 orang.

“Untuk kasus probabel, yang meninggal ada 23 orang dari total 173 orang. Ini data dari awal kemunculan kasus,” ungkap Rita di Balai Kota Bandung, Selasa (13/10/2020).

Adapun kasus probabel merujuk pada orang yang masih berada dalam kategori suspek, namun memiliki gejala klinis yang mengarah pada gejala Covid-19. Di antaranya adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) berat, gagal napas, atau hingga meninggal dunia. Namun, belum ada hasil pemeriksaan Covid-19 yang menyatakan bahwa orang di kelompok ini positif Covid-19.

Baca Juga  Polsek Bojongsoang Polresta Bandung, Gelar Operasi Yustisi Prokes

Sementara itu, hingga Selasa, terdapat total 8.065 kasus suspek di Kota Bandung. Sebanyak 335 orang di antaranya masih berada dalam pemantauan, dan sisanya telah selesai dipantau.

Untuk kasus kontak erat, terdapat total 5.555 kasus di Kota Bandung. Sebanyak 300 di antaranya masih berada dalam masa pemantauan.

Kasus terkonfirmasi positif yang masih aktif di Kota Bandung saat ini ada 222 kasus, meningkat 22 kasus dibanding Senin 12 Oktober 2020. Jumlah yang sembuh meningkat 3 orang menjadi total 1.344 orang.

Baca Juga  Vaksinasi COVID-19 di Jabar Sudah di Mulai

Zona Oranye
Minggu ini, pemerintah pusat menyatakan Kota Bandung tidak lagi berada dalam zona merah kewaspadaan Covid-19. Per Senin 12 Oktober 2020, Kota Bandung telah kembali ke zona oranye atau zona kewaspadaan sedang.

Terdapat 15 indikator khusus yang dipakai pemerintah pusat untuk mengukur zona kewaspadaan Covid-19 di tiap daerah. Indikator tersebut terdiri dari 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan 2 pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, salah satu indikator yang membaik di Kota Bandung adalah tingkat kesembuhan pasien Covid-19. Hal ini juga disebut menjadi salah satu penyumbang turunnya status ke zona oranye.

“Dari 15 indikator tersebut (di dalamnya) termasuk kondisi jumlah pasien yang sembuh. Kasus positif juga dinilai bobotnya menurun. Sehingga Kota Bandung masuk ke zona oranye,” ungkap Rita di Balai Kota Bandung, Selasa (13/10/2020).

Baca Juga  Inilah Bagian Rintangan Yang Dihadapi Satgas Pamtas Yonif 312/KH Dalam Melaksanakan Tugas Pengamanan Di Perbatasan.......!

Adapun ke-15 indikator tersebut kemudian dikalkulasi hingga menghasilkan skor dari skala 0-3. Semakin kecil angka, maka zona kewaspadaan semakin tinggi.

“Waktu di zona merah itu kita skor-nya 1,02. Sekarang skor kita 2,01, jadi sudah masuk zona oranye,” ungkapnya.

Kenaikan angka kesembuhan tersebut juga tercatat di laman web Pusicov. Hingga Senin 12 Oktober 2020 pukul 18.25, terdapat total 1.341 pasien Covid-19 Kota Bandung yang sudah sembuh, meningkat 81 orang dibanding kemarin.

Komentar

News Feed