Kabupaten Garut – Agis Muhyidin, ST salah seorang kontestan pada kontestasi pemilihan anggota DPD RI dalam Pemilu 2019 yang lalu ingin berbagi pengalaman dan pengamatannya seputar perkembangan alat transportasi motor teknologi listrik U-Winfly.
Pada pembahasan transportasi darat kali ini saya akan mengulas mengenai motor listrik, “kata Agis kepada tarungnews.com, Senin (2/11) melalui seluler.
Ia melanjutkan, pengalaman menggunakan motor teknologi listrik U-Winfly tipe N9 dengan mengambil start dari rumah di Garut (Grt) dan finish di Bandung (Bdg) kantor tempat kerja. Masih kata Agis, “pengalaman ini perlu saya kabarkan agar dapat dimengerti dan lebih difahami lagi seputar motor listrik,” ungkapnya.
Transportasi adalah kegiatan pemindahan penumpang atau barang dari suatu tempat ke tempat lain. Transportasi timbul karena adanya proses pemenuhan kebutuhan.
Perkembangan transportasi pada awalnya menggunakan teknologi yang sangat sederhana. Saat ini sudah jauh lebih maju menuju teknologi transportasi listrik yang benar-benar menunjang aktifitas massa dan solutif.
Solutif, motor listrik (Molist) ini dikatakan solutif diantaranya dapat menghemat penggunaan BBM yang mana cadangan BBM di Indonesia khususnya semakin lama terus menipis dan secara otomatis menghemat subsidi juga,” paparnya.
Ia kembali menjelaskan, dari aspek lingkungan, Molist ini ramah lingkungan, tidak ada polusi udara, dan yang lebih utama lagi yakni keringanan biaya transportasi.
Dengan motor teknologi listrik kita bisa mengurangi polusi udara dan tingkat kebisingan, karena motor listrik tidak menggunakan BBM (Bahan bakar minyak) sehingga tidak mengeluarkan asap knalpot dan nyaris tidak ada suara kebisingan,” kata pria asli Garut ini.
Agis sempat ragu dan khawatir saat akan menggunakannya untuk pertama kali
Tantangan mengendarai motor listrik dalam perjalanan jarak jauh menjadikan pengalaman pertama kali yang sangat menguji keyakinan adrenalin. Pertanyaan pertama yang sebelumnya ada dibenak saya, “Sanggupkah membawa motor listrik yang tidak menggunakan BBM ini, yang mana Molist tidak seperti motor bensin seandainya motor kehabisan BBM dalam perjalanan.
Pikir saya selanjutnya Bagaimana seandainya motor listrik mati diperjalanan karena belum pernah menjumpai bengkel Molist; Kondisi jalan tanjakan dan turunan apakah kecepatan bisa stabil dan mampu melewatinya; Motor ini cukupkah perhitungan listriknya untuk sampe tujuan; Kekhawatiran sebagian orang motor listrik takut hujan karena umumnya terjadi konsleting saat arus listrik terguyur air atau hujan.
Semua kekhawatiran itu bisa terjawab setelah test Drive Molist U-Winfly N9 dengan melakukan perjalanan jarak jauh sepanjang 65 Kilometer. Selama perjalanan tersebut tidak terdapat potensi kendala seperti yang dikhawatirkan sebelumnya,” ungkap Agis setibanya di Bandung.
Motor listrik ini sudah didesain dengan teknologi dan berbagai antisipasinya,” lanjut Agis. Kapasitas Batre listrik terukur sesuai spesifikasi motor untuk daya tempuh dalam Kilometer, jadi kita bisa memperkirakan jarak yang akan ditempuh.
Kebetulan kendaraan yang saya pakai ini motor listrik type N9 1900 watt dengan daya jangkau perjalanan 100 KM. Karena motor ini baru, ketentuannya pertama kali di charg selama 8 jam dengan tanda hijau saat daya sudah terisi penuh (full).
Dilayar kendaraan terlihat strip batre atau daya. Jadi tidak usah khawatir karena kita bisa memperkirakan batre/daya dan jangkauan jaraknya.
Perjalanan dari Garut sampai Bandung dengan jarak 65 Km itu aman dengan batre charg full. Ketika diperjalanan Tanjakan Nagreg ternyata Molist N9 ini sangat stabil bisa melewatinya dengan aman dan nyaman, begitu pun ketika mendahului kendaraan mobil besar dapat dilalui dengan nyaman,” kata Agis menyampaikan petualangannya bersama N9.
Karena baru pertama kali saya menggunakannya, kesan yang didapat dalam menggunakan Molist ini kita perlu membiasakan tangan untuk mengatur gas untuk menyesuaikan kecepatan motor listrik dengan situasi dan kondisi jalan yang dilintasi. Ketika tangan kita sudah terbiasa menggunakannya maka melewati tanjakan tajam, turunan yang curam atau saat jalanan macet pun bisa terkendali.
Sampai saat ini tidak ada kendala dalam mengendarainya akan tetapi kalau motor listrik ini mati diperjalanan kita tidak perlu gugup karena motor ini secara otomatis akan mematikan saklar motor yang ada dibawah jok dalam pengendalian panas. Kita tinggal tunggu beberapa menit dan “On” lagi saklarnya.
Alhamdulillah, selama perjalanan kurang lebih 1,5 Jam dalam jarak tempuh 65 Km saya tidak menemui kendala apapun pada kendaraan ini,” ungkapnya usai menempuh perjalanan dengan menggunakan Molist U-Winfly N9 yang sekaligus sebagai test drive (2/11).
Sejalan dengan perkembangan teknologi automotif, metal, elektronika dan informatika manusia berhasil memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk menciptakan berbagai jenis dan ukuran kendaraan bermotor serta lokomotif yang kesemuanya berhasil menjawab tuntutan akan kapasitas angkut, jarak tempuh, kecepatan pergerakan dan kenyamanan serta keselamatan untuk menunjang perkembangan ekonomi dengan jasa transportasi dan angkutan.
Manfaat transportasi menjadi bagian penting dalam aktivitas keseharian. Baik untuk pergi bekerja, belanja ke pasar, usaha jasa maupun UKM, pergi ke suatu tempat tujuan, holiday dan berwisata.
Ketersediaan motor listrik ini menjadi solusi dari fluktuasi harga BBM dan spesialisasi dalam perkembangan teknologi ramah lingkungan, hemat energi dan biaya sehingga motor listrik bisa menjawab efisiensi kebutuhan aktivitas ekonomi.
Harapannya semoga kedepan bisa dilengkapi lagi dengan Pom Charger atau teknologi powerbank untuk motor listrik ataupun menggunakan energi yang tidak habis dayanya dengan konsep energi kinetik dan listrik. Selamat berpetualang bersama Inovasi Motor Listrik,” tutup Agis.
Alam/tarungnews.com











Komentar