oleh

Warga Desa Sendang Geram,  Pasang Spanduk “WISATA LOBANG SEWU”

Kab.Indramayu –  Warga dan forum Aspirasi Masyarakat Desa Sendang (FAMDES) geram, mengeluhkan kerusakan jalan tak kunjung di perbaiki oleh pemerintah. Sehingga warga dan FAMDES  langsung memasang spanduk membuka tempat wisata yang dinamai dengan “WISATA LOBANG SEWU”. Spanduk tersebut dipampang diperbatasan ucapan selamat datang Desa Sendang Kecamatan  Karangampel Kabupaten Indramayau. Rabu, 3 Februari 2021.

“WISATA LOBANG SEWU” sebagai sindiran keras oleh warga Desa Sendang Kecamatan Karangampel kepada pemerintah Kabupaten Indramayu. Karena sepanjang ruas jalan di desa tersebut penuh lobang yang membahayakan para pengguna jalan tersebut.

Dengan dilatarbelakangi geramnya warga akibat banyaknya kecelakaan, kerugian, dan bahkan hilangnya nyawa akibat rusaknya jalan di desanya. Organisasi desa dan warga berbondong-bondong menekan pemerintah desa dan pemda.

Pemasangan spanduk wisata lobang sewu, harapannya dapat menyindir pemerintah daerah (Pemda) Indramayu. agar dapat didengar apa yang selama ini warga keluhkan mengenai jalan rusak.

Sesuai dengan namanya (wisata lobang sewu), jalan utama desa Sendang dan Dadap (Jl. Dadap lama) penuh dengan lubang yang beraneka macam ukuran. Terlebih lagi jika pasca hujan, lubang-lubang penuh dengan air yang akibatnya tidak hanya kacaunya aktivitas lalu lintas, tapi juga kacaunya kebersihan berkendara dan lingkungan sekitar.

Baca Juga  Persit KCK Kodim 0617 Majalengka Berbagi Sembako untuk Kaum Dhuafa dan Anak Yatim

Dengan fenomena seperti ini, Forum Aspirasi Masyarakat Desa Sendang (FAMDES) tak hanya diam. Mereka tergerak sebagaimana fungsi dan tujuannya pada bidang organisasi masyarakat.

Muhibbuddin, S.S. (ketua Famdes) mengatakan “yah minta tolonglah kepada Pemda Indramayu, yang katanya pemdes sudah sering mengajukan dan ditolak. Karena kita sebagai perwakilan masyarakat itu benar-benar sangat membutuhkan. Karena jalan ini merupakan jalan utama di karangampel untuk desa Sendang dan khusus warga Dadap yang juga banyak penduduknya sampai tembus 3.000. dan namanya pun bahkan bukan jalan sendang raya tapi jalan Dadap lama” ujarnya di basecamp famdes.

Menurutnya memang jalan itu sudah pernah terjamah perhatian untuk diperbaiki, namun yah sekadar menambal saja yang tidak lama akan rusak kembali ketika terkena hujan, “kenapa tidak sekalian diseriuskan dalam proses perbaikannya, yang juga dalam artian ini merupakan jalan utama dan mohonlah segera alokasin dananya” tegasnya penuh harap.

Baca Juga  Ekki Soekarno, Lebih Mendekatkan Diri Pada Allah SWT Dan Berkarya Untuk Kemaslahatan Orang Banyak.......!

Dan untuk kasus yang sekarang juga, kepala desa konon sudah sering mengusahakannya namun sampai sekarang belum ada respon dan kabar yang menyenangkan.

Mengutip dari status Facebook kepala desa Sendang, Amin, S.Pd.I. (Amin Muhammad). Yang bahwasanya beliau pernah menjadi korbannya. “Mobilitas masyarakat pengguna jalan ini sangat tinggi, korban lantas pun sering terjadi, Salah satu korban bukan orang lain tapi saya dan isteri saya pada tahun 2019 harus ikhlas kehilangan calon bayi yang baru berusia 4 bulan dalam kandungan akibat (Keblejog Red.jawa) dijalan yang lubangnya dalam”

Dan menurutnya beliau juga sudah mengusahakan untuk terus mengajukan bantuan ke Pemda “Secara prosedural setiap tahun sudah ditempuh mulai dari usulan tingkat desa melalui Musrenbangdesnya, ke kecamatan melalui Musrenbangkec nya dan sampai ke kabupaten melalui musrenbangkab nya.
RKPD manual RKPD online sudah selaras, tapi hasilnya masih nihil (hanya formalitas untuk menggugurkan kewajiban saja) mungkin yang lebih efektif adalah metode tanam pohon pisang, padi, jadi kolam pemancingan dll” ujarnya di medsos (Sendang, 20/1/21).

Baca Juga  Butuh 6000 mdpl di Masa Depan, Perumda Tirtawening Proyeksikan Waduk Saguling

Sedangkan menurut pengakuan warga yang juga merupakan anggota famdes dan kritis, pihak pemerintah desa (pemdes) hanya menyampaikan berkali-kali kalau pihaknya sudah terus menerus berusaha untuk menyampaikan ke Pemda Indramayu. Akan tetapi tidak pernah menunjukkan bukti-bukti kongkrit seperti foto ataupun arsip surat yang sudah pernah dilayangkan ke Pemda.

Untuk hal ini, Muhibbuddin, S.S. juga menambahkan “kepala desa Sendang, cobalah untuk mengusahakannya secara lebih lagi (ndepe-ndepe) kepada orang tinggi, jadi jangan hanya di forum resmi saja. Seperti lebih dekat lagi dengan para dewan secara pribadi dan intern. Agar problem yang sudah lama meresahkan dan menyebabkan kerugian serta korban ini segera tertangani” pungkasnya penuh harap. (Agung/Metrodua.com)

Komentar

News Feed