oleh

Mahasiswa KKN Unsika Gandeng Komunitas Lamun Adakan Pameran Ingatan Hitam

Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik Universitas Singaperbangsa Karawang bersama komunitas Lamun adakan pameran “Ingatan Hitam” secara daring, Sabtu (27/11). Seluruh karya ini adalah hasil dari apresiasi atas buku cerpen “Malam Kelabu, Ilyana dan Aku” karya Martin Aleida yang dan dimentori langsung oleh kurator seni sekaligus DPL (Dosen Pembimbing Lapangan), Imam Muhtarom dan Ferina Meliasanti sejak awal kegiatan.

Salah satu karya.

Selayang Pandang

Awal kegiatan ini berupa apresiasi buku cerpen Malam Kelabu, Ilyana dan Aku karya Martin Aleida. Buku cerpen yang terbit tahun 1998 ini terdiri dari empat cerpen, tiga di antaranya terbit di Majalah Sastra Horison pada awal Orde Baru, dari 1969 hingga 1971. Ketiga cerpen tersebut ditulis Martin Aleida setelah ditangkap dan dipenjara militer Orde Baru tanpa ada kesalahan yang diperbuat Martin.

Baca Juga  Youtuber Alan Albana Beberkan Trik Bikin Konten Menarik di Kaper IKA STAI Persis Bandung

Martin menulis cerpen tersebut di tengah operasi pembantaian orang-orang Kiri setelah peristiwa G30 September 1965. Titik di mana nyawa manusia tak memiliki harga, di tengah kuku militer Orde Baru haus darah menancapkan di tubuh ibu pertiwi, dan di masa paling kelam hidup Martin sendiri.

Pameran seni ini diselenggarakan satu bulan sejak pembukaan pameran dan menjadi salah satu bentuk wadah bagi para pelaku seni di Kabupaten Karawang. Proses peltihan apreasiasi terhadap buku cerpen karya Martin ini dilakukan di melalui aprilasi zoom pada setiap Sabtu pada 6, 13, 20 November 2021.

Apresiasi ini diikuti oleh 15 pelaku seni asal Karawang dengan latar belakang seni rupa, seni sastra, hingga seni teater. Para seniman tersebut, antara lain Oca Subrosa, Miftahul Ulum, Rizki Andika, Fahad Fajri, Ilham Maulana, Sofinah RA, M. Faqih Zalfitri, dan Dewi Maharani. Kegiatan apresiasi ini diampu oleh Imam Muhtarom dan Ferina Meliasanti selaku dosen pembimbing lapangan (DPL).

Baca Juga  LPPM Unwim Tanjungsari Memberikan Santunan Kepada Korban Longsor di Posko 1 Bencana SMAN Cimanggung

Apresiasi buku cerpen ini dipilih untuk memberikan pengalaman dan pemahaman yang memadai mengenai hubungan antara karya Matin Aleida dengan rezim Orde Baru. Para seniman dibebaskan untuk merespon 4 cerpen Martin dalam bentuk sesuai dengan latar belakang kesenian mereka masing-masing. Ada gambar dari seni cukil (woodcut), lukisan, foto, kolase, blackout poetry, puisi, dan kliping puisi.

Harapannya, kegiatan pameran seni ini bisa mendorong kreativitas seni di Karawang berupa penciptaan karya-karya seni yang bermutu dan memiliki kepedulian terhadap nasib perjalanan bangsa. Ini adalah upaya melihat kembali perjalanan sejarah bangsa Indonesia, terutama sejarah yang digelapkan oleh Orde Baru.

Baca Juga  Disdik Jabar Umumkan KBM Tatap Muka Pada 18 Agustus Mendatang

Kegiatan apresiasi dan pameran ini terlaksana berkat kerjasama dengan Komunitas LAMUN. Komunitas yang digerakkan para pemuda berkedudukan di Karawang dan memiliki bentuk perhatian dan kepedulian terhadap pertumbuhan seni dan budaya di Karawang, Indonesia, dan global.

Penyelenggaraan kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa KKN Unsika ini berasal dari pelbagai program studi yang ada di Unsika. Mahasiswa yang duduk di semester 7 ini berasal dari program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, dan Manajemen Pendidikan Islam.

News Feed