oleh

PT Taifa Tanggapi Banjir Rendam Kolam Warga, Kadis Kelautan & Perikanan Subang Angkat Bicara

SUBANG-Pihak Perusahaan PT Taifa angkat bicara menanggapi Banjir yang merendam belasan hektar kolam ikan dan perihal tuntutan ganti rugi yang disuarakan warga Desa Gembor Kecamatan Pagaden, khususnya para pemilik kolam ikan yang terdampak banjir.

Perwakilan PT TAIFA selaku pemegang kawasan yang saat ini didalamnya tengah ada pekerjaan pembangunan pabrik PT Meilon Teknologi Indonesia, Hendra, mengatakan, semua hal terkait insiden Banjir sudah disampaikan kepada pihak Taifa. Namun, kata dia, terkait tuntutan ganti rugi dari warga terdampak banjir, hingga kini belum ada tanggapan dari manajemen PT Taifa.

“Kita belum dapat tanggapan mengenai ganti rugi karena harus dengan management,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Senin (4/1/2021).

Pihaknya juga sudah melakukan langkah-langkah untuk menanggulangi Banjir tersebut.

“Mengenai penanggulangan kita sudah perbaiki dan ambil tindakan. Kita langsung bikin sodetan supaya air bisa dikendalikan,” tutur Hendra.

 

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang, Rahmat Effendi, menyebut, berdasarkan data sementara dari Kades Gembor, luas kolam ikan terdampak Banjir kurang lebih 10 hektar dengan jumlah pembudidaya ikan 23 orang dan jumlah kerugian masih dilakukan pendataan.

Baca Juga  Update Covid-19 Purwakarta: Konfirmasi Positif Bertambah

Terkait tuntutan ganti rugi dari para korban banjir, pihaknya berharap PT Taifa bisa membantu.

“Info dari pak kades tadi siang akan ada musyawarah dg PT Taifa. Mudah mudahan phk taifa ngabantos para pembudidaya yg terdampak banjir,” kata Rahmat saat dihubungi.

 

Sebelumnya diberitakan, belasan hektar kolam ikan milik warga di Desa Gembor Kecamatan Pagaden terendam banjir, Minggu sore (3/1/2021) sekitar pukul 16.00 Wib dengan ketinggian hingga 1 meteran dan mengakibatkan ikan-ikan hanyut terbawa arus.

Para pemilik kolam ikan menduga, Banjir diakibatkan aktifitas pembangunan pabrik di kawasan PT Taifa.

Seorang pemilik kolam ikan, Asep, warga Dusun Gembor 2, mengatakan kolam ikannya seluas 150 bata akan dipanen sebulan lagi, kini menyisakan sedikit ikan.

Baca Juga  Akhirnya Yuni Shara "Dipaksa" Tanda Tangan kontrak.........!

“Ikan emas saya hanyut kebawa arus banjir, tadi pagi saya lihat ke kolam paling paling cuma tersisa 50 kiloan. Saya bener bener rugi besar,” keluh Asep, Senin (4/1/2021).

Akibat Banjir tersebut, dirinya mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Dia mengaku sudah mengeluarkan modal sekitar Rp10 jutaan meliputi biaya benih Rp3,5 juta, pakan 22 kantong dimana per kantong ukuran 40 kg dengan harga Rp400 ribuan per kantong, lalu perkiraan hasil panen rata rata 6 kwintal ikan dengan harga kisaran Rp30 ribu per kg.

“Perkiraan total kerugian sampe Rp30 jutaan,” ucapnya.

Asep pun meminta pihak perusahaan PT Taifa bertanggungjawab mengganti kerugian yang dialami para pemilik kolam yang menjadi korban banjir. Sebab pihaknya menduga Banjir besar ini diakibatkan diantaranya aktifitas pembangunan pabrik di kawasan Taifa.

Banjir ini jelas akibat pembangunan pabrik Taifa. Memang sebelumnya daerah sini juga ada banjir, tapi enggak separah sekarang setelah ada pembangunan pabrik. Makanya saya minta tolong pihak perusahaan segera perbaiki saluran dan mengganti kerugian yang kami alami,” tegas Asep.

Baca Juga  Penumpang Kereta Api Mendapat Himbauan Protokol Kesehatan Dari Binmas Cibiru Hilir

Pemilik kolam lainnya, Neneng, warga Desa Gembor, juga meminta pihak perusahaan bertanggungjawab kepada para korban terdampak banjir.

“Saya punya 4 kolam ikan dan rencananya minggu depan mau panen. Tapi gara gara kebanjiran, semuanya habis. Saya udah ngeluarin modal Rp40 jutaan, semoga ada penggantian dari perusahaan,” imbuh Neneng.

Ketua RT 17 Desa Gembor, Encum, menyebut, kolam ikan terdampak Banjir tersebar di belasan RT mulai dari RT 1 hingga RT 20-an. Menurutnya, berdasar data sementara, dari 10 pemilik kolam ikan yang terparah diterjang banjir, kerugiannya bisa mencapai ratusan juta.

“Dari dulu kita sudah sempat usulkan agar perusahaan perbaiki saluran air. Tapi sampai sekarang enggak direalisasi, malah saluran yang ada tertutup oleh pembangunan,” timpalnya.[usep]

Komentar

News Feed