oleh

Tata Ruang Berbasis Kebencanaan Jadi Kunci Mitigasi Sesar Lembang

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM–Untuk dapat mengantisipasi potensi bencana gempa dari pergerakan Sesar Lembang, diperlukan tak hanya kesiapsiagaan warga. Lebih dari itu, perencanaan tata ruang yang memadai juga harus diwujudkan.

Kepala Subbidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat Ahmad Solihin mengatakan perencanaan tata ruang berbasis kebencanaan gempa adalah bagian dari upaya pengurangan risiko. Tujuannya adalah menurunkan faktor kerentanan wilayah sekitar terhadap gempa bumi.

“Kerentanan terhadap gempa bumi meliputi kepadatan penduduk dan bangunan yang tidak tahan gempa bumi di wilayah yang berpotensi diguncang gempa bumi,” ungkap Ahmad ketika dihubungi, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga  Imran Wardhani: Selama 2020 di Kota Sukabumi Terjadi 199 Kejadian Bencana

Untuk mengatasi dua hal tersebut, dia mengatakan, diperlukan penataan ruang atau revisi rencana tata ruang hingga selaras dengan prinsip pengurangan risiko gempa. Misalnya, dengan mengosongkan atau membatasi pembangunan pada daerah sempadan sesar.

“Serta merekomendasikan pembangunan tahan gempa bumi di kawasan rawan gempa bumi tinggi,” ungkapnya.

Selain tata ruang, peningkatan kapasitas masyarakat terkait mitigasi juga merupakan faktor penting. Hal ini dapat dilakukan melalui upaya sosialisasi kepada masyarakat terkait Sesar Lembang.

Baca Juga  Revitalisasi Pasar Bandrek Pilot Project Pasar Modern Di Garut Utara

“Masyarakat harus diberikan pengetahuan tentang Sesar Lembang beserta potensinya, serta upaya-upaya penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi,” ungkapnya.

Mengingat Sesar Lembang adalah sesar yang aktif, dia mengatakan, sosialisasi yang gencar kepada masyarakat di daerah rawan harus dilakukan segera. Sosialisasi dinilai perlu dilakukan dengan bahasa yang mudah dicerna.

“Perlu diinformasikan tentang bangunan tahan gempa bumi seperti apa, apa saja yang perlu disiapkan sebelum terjadi gempa bumi dan apa langkah-langkah yang dilakukan ketika gempa bumi terjadi,” ungkapnya.

Baca Juga  Satlantas Polres Majalengka Polda Jabar Gelar Operasi Zebra 2020 dan Pembagian Sembako

Berdasarkan penelitian para ahli, potensi gempa yang dihasilkan sesar sepanjang 29 kilometer tersebut dapat mencapai kekuatan maksimal magnitudo 6,5 hingga 7. Gempa merusak yang disebabkan Sesar Lembang salah satunya terjadi di Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kec. Cisarua, Kabupaten Bandung Barat dengan kekuatan mangnitudo 3,3 beberapa tahun lalu.

Komentar

News Feed